KNKT Ungkap Laporan Awal Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Kamis, 11 Februari 2021 20:47 Eris Kuswara Nasional

KNKT Ungkap Laporan Awal Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

 

 

Koropak.co.id - Beberapa waktu lalu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan laporan awal mengenai detik-detik terakhir pesawat Sriwijaya Air SJ-182 sebelum jatuh yang terungkap melalui rekaman Flight Data Recorder (FDR).

Ketua Subkomite Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo mengatakan, saat ketinggian pesawat berkurang, sistem autopilot pesawat mati. Tercatat, komunikasi terakhir antara pilot Sriwijaya Air SJ-182 dan petugas Air Traffic Controller (ATC) pada 9 Januari 2021 lalu itu terekam hingga pukul 14.39.59 WIB.

"Setelah itu komunikasi terakhir itu, kondisi terakhir dari pesawat dengan nomor registrasi itu diketahui dari rekaman FDR. Tercatat, pada pukul 14.40.05 WIB FDR merekam ketinggian tertinggi pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yakni berada di ketinggian 10.900 kaki. Namun, setelah itu ketinggian pesawat terus berkurang," kata Nurcahyo dalam jumpa pers virtual sebagaimana dihimpun Koropak, Rabu (10/2/2021).

 

Baca : AirNav Indonesia Beberkan Hilangnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

 

Ia menambahkan, setelah ketinggian pesawat yang mulai turun, autopilot juga tidak aktif atau disengage dan arah pesawat saat itu berada di titik 016 derajat. Sementara itu, untuk sikap pesawat saat itu, diketahui hidung pesawat berada di posisi naik atau pitch up dan pesawat mulai miring ke kiri atau roll ke kiri.

"Saat itu, tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri juga berkurang sedangkan yang kanan masih tetap. Kemudian pada pukul 14.40.10 WIB, FDR kembali mencatatkan autothrottle pesawat tidak aktif atau disengage. Sehingga, sikap pesawat yang tadinya pitch up pun berubah menjadi pitch down atau menunduk," ucapnya.

Dikatakan, sekitar 20 detik kemudian, FDR pun pada akhirnya berhenti merekam data. Sementara itu, diketahui penerbangan Sriwijaya Air ini diawaki oleh 2 pilot dengan 4 awak kabin dan membawa 56 penumpang pesawat. Diketahui saat ini, operasi Tim SAR juga telah ditutup, namun hingga saat ini KNKT masih mencari memori Cockpit Voice Recorder (CVR).*

 

Baca pula : Ini Dugaan KNKT Terkait Penyebab Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

 


Berita Terkait