KPw BI Tasikmalaya Targetkan 12 Juta Merchant QRIS Di Tahun 2021

Kamis, 11 Februari 2021 23:41 Dede Hadiyana Daerah

KPw BI Tasikmalaya Targetkan 12 Juta Merchant QRIS Di Tahun 2021

 

 

Koropak.co.id - Dalam rangka menuju 12 Juta Merchant Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tahun 2021, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Tasikmalaya bersama Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat menggelar Webinar melalui aplikasi Zoom yang berlangsung di Hotel Amaris Kota Tasikmalaya, Rabu (10/2/2021).

Dengan mengusung tema "Implementasi Pembayaran Digital untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi Daerah serta Mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia", kegiatan tersebut diisi bersama para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Tasikmalaya Darjana menyampaikan bahwa QRIS merupakan standarisasi RD Code dimana hanya dengan satu barcode dapat menerima pembayaran dari semua aplikasi sistem pembayaran digital.

"Dengan QRIS, pelaku UMKM dapat menggunakan model pembayaran secara non tunai hanya dengan satu macam QR Code, termasuk konsumen juga dapat menggunakan aplikasi pembayaran apapun untuk melakukan transaksi seperti GoPay, Dana, Link Aja, OVO, dan berbagai aplikasi pembayaran dari perbankan lainnya," kata Darjana.

 

Baca : BI Catatkan Inflasi Kota Tasikmalaya Terjaga Stabil Pada Januari 2021

 

Menurutnya, sekarang ini di Indonesia sudah terdapat 46 Penyedia Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang terdaftar sebagai penyelenggara QRIS. Sementara di Priangan Timur sendiri sekitar 20 PJPS yang siap membantu masyarakat untuk pengajuan QRIS.

"Pencapaian target implementasi QRIS nasional tahun 2021 sebanyak 12 juta merchant, di Jawa Barat 2,5 juta merchant, dan target di Priangan Timur sebanyak 150 ribu Merchant. Hingga bulan Januari 2021, tercatat sebanyak 52.675 merchant di Priangan Timur yang menggunakan QRIS," katanya. 

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Herawanto menuturkan bahwa dalam rangka digilatasi, BI melalui sistem pembayaran terus berupaya merumuskan kerangka kebijakan untuk mendorong kelancaran sistem pembayaran nasional yakni mendorong transaksi non tunai dan peluncuran QRIS.

"Menyikapi wabah Covid-19, hadirnya QRIS ini menjadi salah satu solusi mengurangi pola interaksi serta mempermudah transaksi perdagangan, layanan publik, dan transaksi pemerintah daerah," tutur Herawanto.*

 

Baca pula : Seiring Pemulihan Aktivitas Ekonomi, BI Perkiraan Inflasi Tahun 2021 Naik

 

 


Berita Terkait