Polda Aceh Berhasil Ungkap Peredaran Narkotika Jaringan Internasional

Jum'at, 12 Februari 2021 15:20 Eris Kuswara Nasional

Polda Aceh Berhasil Ungkap Peredaran Narkotika Jaringan Internasional

 

 

Koropak.co.id - Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Wahyu Widada, M. Phil memimpin konferensi pers terkait pengungkapan peredaran narkotika jenis sabu seberat 353 kilogram jaringan internasional yang dilaksanakan di Aula Serba Guna Mapolda Aceh pada Kamis (11/2/2021).

Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Wahyu Widada, M. Phil mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan suatu keberhasilan polri dalam memberantas narkotika khususnya di wilayah Aceh. Namun pihaknya juga sangat prihatin karena melihat masih ditemukannya narkotika jenis sabu seberat 353 Kilogram di Aceh yang dinilai akan sangat berpotensi dalam menghancurkan generasi emas Aceh.

"Kami pun berharap agar awak media juga bisa ikut membantu kepolisian dalam mengedukasi masyarakat agar menjauhi narkotika dan ikut membantu memberantasnya. Kita semua harus bersatu untuk memberantas narkotika, karena kalau tidak, mereka akan memanfatkan setiap celah yang ada untuk mensuplay narkotika ke Aceh," kata Wahyu sebagaimana dihimpun Koropak, Kamis (11/2/2021).

 

Baca : Awal Tahun 2021, Polres Tasikmalaya Kota Berhasil Ungkap Enam Kasus Narkoba

 

Ia mengajak kepada semua pihak untuk menyamakan visi sebagai langkah dalam membebaskan Aceh dari peredaran narkotika. Selain itu pihaknya dari kepolisian juga tentunya selalu siap untuk menindak tegas dan terukur agar para pengedar tidak bisa kembali memasok narkotika ke Aceh. Pihaknya menegaskan, semua itu dilakukan untuk menyelamatkan generasi emas Aceh yakni sebanyak 1,76 juta jiwa dari barang haram tersebut.

Sementara itu, Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar, S. I. K., MH menuturkan bahwa sebenarnya informasi yang didapatkan terkait kasus narkotika tersebut sudah dari pertengahan Desember 2020 lalu. Bahkan setelah mendapatkan informasi itu, pihaknya langsung membentuk tim dengan melibatkan pihak Bea Cukai dikarenakan modusnya dengan menggunakan jalur laut.

"Perlu diketahui bahwa negara penghasil narkoba terbesar saat ini adalah Meksiko, Myanmar, dan Negara Timur Tengah yaitu Afganistan. Nantinya kami juga akan bekerjasama dengan kawan kami dari luar negeri dan agensi penegak hukum internasional. Oleh karena itu, kami berharap semua pihak bisa bekerjasama, karena pengungkapan kasus ini juga merupakan hasil dari kerjasama tersebut," tutur Krisno.*

 

Baca pula : Modus Baru, Pengedar Narkoba Terungkap di Tasikmalaya, Tempel Sabu di Pohon