MUI Kota Tasikmalaya Dukung Program Sinergitas Polri

Jum'at, 26 Februari 2021 19:32 Dede Hadiyana Daerah

MUI Kota Tasikmalaya Dukung Program Sinergitas Polri

 

 

Koropak.co.id - Dalam rangka silaturahmi serta meningkatkan sinergitas antara Polri dan Ulama di Indonesia untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri kunjungi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya, Jumat (26/2/2021).

Pada kesempatan tersebut, pihaknya menggandeng ulama Tasikmalaya dalam menyampaikan imbauan tentang menanamkan jiwa-jiwa kebangsaan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berlandasakan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta menolak dan mencegah paham radikal dan intoleransi.

Dijumpai Koropak selepas shalat Jumat di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya KH. M. Aminudin Bustomi, M.Ag., mengatakan, sebagai ulama tentunya sangat mendukung keutuhan NKRI. Pasalnya, hal itu merupakan salah satu produk ulama.

"Seperti saat ini banyak ditemukan beberapa paham yang dapat dikatakan anti NKRI, anti nasionalisme, dan yang lainnya dimana ini harus menjadi barometer. Apapun itu dan siapapun itu dengan istilah-istilahnya tidak dibenarkan di bangsa ini. Artinya, bahwa jiwa kebangsaan harus ditanamkan sejak dini," ujarnya.

 

Baca : Dinilai Bangkitkan Komunisme, MUI Kota Tasikmalaya Tolak keras Draf RUU HIP


Menurutnya, sebagai bagian dari warga negara dan anak bangsa, The founding Father bangsa Indonesia telah membuat kesepakan bersama melalui 4 pilar kebangsaan yang diantaranya, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika dimana menjadi jati diri bangsa ini.

"Artinya, bangsa ini jangan terlepas dari 4 pilar tersebut, jangan pernah dilupakan akan tetapi harus ditanamkan dalam diri karena semua sudah terakomodir. Seperti diketahui banyaknya suku bangsa dan bahasa menjadi satu kesatuan NKRI dengan kebhinekaannya. Ini harus menjadi Blue Print bangsa ini dan jangan pernah diubah," katanya.

Paham-paham yang dapat merusak falsafah bangsa salah satunya pengaruh media sosial yang cukup signifikan. Ini juga harus menjadi acuan sebagai bahan evaluasi dan intropeksi bersama terlebih ditengah masa pandemi.

"Adapun hal itu masih terjadi setelah dilakukan beberapa tahapan pembinaan atau bimbingan sebelumnya, maka harus ditindak tegas. Kami kira bahwa pemerintah sudah menyiapkan berbagai komponen agar hal tersebut tidak terjadi termasuk peran orangtua didalamnya," ucapnya.*

 

Baca pula : MUI Kota Tasikmalaya Buka Suara Soal Pengganti RUU HIP