Tuai Polemik, Presiden Jokowi Resmi Cabut Lampiran Perpres Investasi Miras

Selasa, 02 Maret 2021 17:24 Eris Kuswara Nasional

Tuai Polemik, Presiden Jokowi Resmi Cabut Lampiran Perpres Investasi Miras

 

Koropak.co.id - Presiden RI, Ir H Joko Widodo atau Jokowi secara resmi mencabut lampiran Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur pembukaan investasi baru industri Minuman Keras (Miras). Diketahui, dalam lampiran tersebut dijelaskan terkait masalah aturan pembukaan bidang usaha miras di beberapa daerah di Indonesia.

Sebagaimana diketahui bahwa Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal tersebut memicu polemik di masyarakat. Pasalnya, Perpres itu sendiri memuat lampiran tentang pembukaan investasi untuk minuman keras. Selain itu, perpres itu juga mengatur semua bidang usaha bagi kegiatan penanaman modal dan aturan itu sendiri tertuang dalam Pasal 2.

 

Baca : Jual Miras Saat Tahun Baru, Polisi Amankan Seorang Oknum Mahasiswa

Sementara itu, untuk lampiran yang mengatur tentang masalah pembukaan investasi baru bidang usaha miras tertuang dalam lampiran III salinan Perpres. Akibat adanya polemik dan tidak ingin menimbulkan kegaduhan di masyarakat, Jokowi pun pada akhirnya secara resmi mencabut lampiran III dalam Perpres itu.

"Bersama ini saya sampaikan dan saya putuskan bahwa lampiran perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri miras yang mengandung alkohol, saya nyatakan dicabut," kata Jokowi dalam siaran pers virtual, sebagaimana dihimpun Koropak, Selasa (2/3/2021).

Selain itu, Jokowi juga turut menjelaskan alasannya mencabut lampiran perpres terkait investasi baru miras itu. Jokowi sendiri mengaku menerima masukan dari ulama dan ormas-ormas Islam,"Keputusan itu diambil setelah menerima masukan-masukan dari ulama-ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, ormas-ormas lain, tokoh-tokoh agama yang lain dan juga berbagai masukan dari provinsi dan daerah," ucapnya.*

 

Baca pula : Jelang Malam Tahun Baru, Polisi Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Petasan