Realisasi Anggaran Bansos Akhir Februari Tembus Angka Rp 19,3 Triliun

Selasa, 02 Maret 2021 18:35 Eris Kuswara Nasional

Realisasi Anggaran Bansos Akhir Februari Tembus Angka Rp 19,3 Triliun


Koropak.co.id - Tercatat, hingga Jumat (26/2/2021) lalu, realisasi dana perlindungan sosial, termasuk bantuan sosial (bansos) yang diungkapkan Kementerian Keuangan tembus di angka Rp 19,3 triliun. Diketahui, angka itu pun setara 17,5 persen dari pagu anggaran tahun 2021 yakni sebesar Rp 157,41 triliun.

Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, dana tersebut dialokasikan untuk sejumlah program bansos dan program bantuan lainnya. Program tersebut meliputi bansos tunai bersyarat melalui Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp 6,8 triliun, atau setara dengan 23,8 persen dari pagu Rp 28,71 triliun.

"Kemudian juga untuk bansos pangan melalui program kartu sembako yang mencapai Rp 6,4 triliun atau sebesar 14,3 persen dari pagu Rp 45,12 triliun. Selanjutnya juga untuk bansos tunai kepada 9,6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan realisasi anggarannya mencapai triliun atau sebesar 48,2 persen dari pagu Rp 12 triliun," kata Kunta sebagaimana dihimpun Koropak, Selasa (2/3/2021).

 

Baca : Mulai 4 Januari 2021, Mensos Akan Salurkan Bansos, Begini Rinciannya

Selain tiga program itu, tutur Kunta, ada juga bansos yang masuk dalam jaring perlindungan sosial lainnya seperti program Kartu Prakerja dengan anggaran yang diturunkan sebesar Rp 20 triliun, Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa Rp 14,4 triliun dan program perlindungan sosial lainnya Rp 37,18 triliun. Namun, untuk program Kartu Prakerja baru akan direalisasikan pada Maret 2021 dikarenakan pendaftarannya untuk tahun ini baru dibuka pada Februari 2021 lalu.

"Sementara untuk bantuan kuota dalam rangka pembelajaran jarak jauh, realisasinya pada Januari dan Februari 2021 itu menggunakan alokasi tahun 2020. Perlu diketahui bahwa program perlindungan sosial ini merupakan strategi kebijakan countercyclical pemerintah melalui pemberian bansos dan bantuan pemerintah lainnya dalam rangka menjaga daya beli masyarakat miskin dan rentan miskin yang terdampak pandemi Covid-19," ucapnya.

Sementara itu, pada tahun 2020 lalu, pemerintah telah menyalurkan bantuan hingga Rp 220,39 triliun untuk program tersebut. Diketahui, anggaran yang diturunkan itu juga merupakan alokasi paling besar dibandingkan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) lainnya.

"Selanjutnya, pemerintah akan memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus bekerja keras dengan tetap mengedepankan tata kelola, memperbaharui data dari waktu ke waktu, dan tepat sasaran dalam pelaksanaannya," ujarnya.*

 

Baca pula : Penyaluran Bantuan Sosial Harap Bangkitkan Semangat Gotong Royong

 


Berita Terkait