Menteri Keuangan Sri Mulyani Sarankan Masyarakat Beli Mobil Secepatnya

Selasa, 02 Maret 2021 19:31 Eris Kuswara Nasional

Menteri Keuangan Sri Mulyani Sarankan Masyarakat Beli Mobil Secepatnya

 

Koropak.co.id - Pemerintah secara resmi memberikan diskon Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) dan mulai berlaku sejak Senin (1/3/2021). Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati pun menyarankan bagi masyarakat Indonesia yang ingin membeli mobil lebih baik dilakukan secepatnya.

Diketahui, diskon PPnBM tersebut terutang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20 Tahun 2021 tentang Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Penyerahan Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu Yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021.

Mengutip pasal 5, maka PPnBM pun ditanggung oleh pemerintah atas penyerahan kendaraan bermotor sebesar 100 persen dan mulai berlaku sejak Maret hingga Mei 2021. Oleh karena itu Sri Mulyani pun menyarankan untuk membeli mobil sekarang.

"Sebesar 100 persen PPnBM-nya itu tidak perlu dibayar dan akan berlaku sampai Mei 2021. Jadi kalau mau beli mobil, sebaiknya sekarang sampai Mei. Karena PPnBM-nya juga akan ditanggung pemerintah," kata Sri Mulyani saat konferensi pers virtual, sebagaimana dihimpun Koropak, Selasa (2/3/2021).

 

Baca : Mulai Maret, Pemerintah Berikan Relaksasi PPnBM Mobil Nol Persen

Meskipun begitu, tutur Sri Mulyani, insentif tersebut berlaku hingga akhir tahun 2021, hanya saja besaran diskon PPnBM-nya itu berbeda-beda. Tercatat, untuk periode Juni hingga Agustus 2021 mendatang, PPnBM yang ditanggung pemerintah hanya sebesar 50 persen. Kemudian pada periode September hingga Desember 2021 mendatang diskonnya hanya 25 persen saja.

"Diskon PPnBM ini berlaku untuk kendaraan bermotor sedan atau station wagon dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresinya diesel atau semi diesel dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 1.500 cc. Kemudian juga untuk kendaraan bermotor pengangkutan kurang dari 10 orang termasuk pengemudi selain sedan atau station wagon, dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresinya dari diesel atau semi diesel dengan sistem 1 gardan penggerak atau 4x2 dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 1.500 cc," ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kategori mobil tersebut dipilih karena merupakan jenis mobil yang digunakan oleh kelompok masyarakat menengah dan menurutnya kelompok masyarakat itu perlu mendapatkan dorongan.

"Konsumsi rumah tangga yang perlu didorong ini dilakukan untuk mengoptimalkan daya beli masyarakat kelompok menengah. Dorongan ini sendiri diperlukan karena perubahan saldo simpanan menunjukkan, kelompok yang memiliki dana besar meningkat dan dana kecil menurun. Dengan demikian berarti mereka mempunyai saldo tapi tidak melakukan aktivitas," ujarnya.*

 

Baca pula : Gandeng HIPMI, Siap Fasilitasi Kemitraan Investor Besar dengan UMKM