Polri Nyatakan Status Tersangka Enam Laskar FPI yang Tewas Gugur

Kamis, 04 Maret 2021 15:25 Eris Kuswara Nasional

Polri Nyatakan Status Tersangka Enam Laskar FPI yang Tewas Gugur


Koropak.co.id - Bareskrim Polri secara resmi menghentikan kasus dugaan penyerangan oleh laskar Front Pembela Islam (FPI) terhadap anggota polisi yang sedang bertugas dalam insiden di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 50, maka status tersangka enam laskar FPI yang tewas dinyatakan gugur.

"Kasus penyerangan di Tol Jakarta-Cikampek secara resmi dihentikan. Sehingga dengan begitu, penyidikan serta status tersangka dari keenam Laskar FPI tersebut sudah gugur," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, sebagaimana dihimpun Koropak, Kamis (4/3/2021).

Ia juga menjelaskan bahwa pihak kepolisian sudah menerbitkan laporan dugaan adanya unlawful killing terhadap empat dari enam laskar FPI yang masih hidup saat digiring ke dalam mobil polisi. Tercatat, tiga anggota Polda Metro Jaya menjadi terlapor dalam kasus ini.

 

Baca : Polri Hormati Hasil Investigasi Komnas HAM Terkait Kematian Laskar FPI

Menurutnya, hal itu sudah sesuai dengan instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menjalankan rekomendasi dan temuan dari Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) terkait perkara tersebut,"Rekomendasi dan temuan Komnas HAM itu pun sudah kami jalankan dan saat ini masih terus berproses," ucapnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan enam anggota laskar FPI yang tewas dalam insiden di Tol Jakarta-Cikampek sebagai tersangka kasus Kilometer 50. Hal itu dikarenakan, keenam anggota laskar FPI tersebut diduga telah melakukan kekerasan.

Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto juga turut memastikan penghentian perkara dugaan kekerasan yang dilakukan enam anggota laskar FPI. Tercatat, Keenamnya telah dinyatakan tewas dalam insiden di Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 50 dan sebelumnya mereka ditetapkan sebagai tersangka.

"Ya nanti akan dihentikan,. Artinya bahwa proses terhadap perbuatan awal kejadian itu tetap akan kita proses. Nanti kita buat Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) karena tersangka sudah meninggal dunia," ucap Agus.*

 

Baca pula : Massa FPI Kabupaten Tasikmalaya Tuntut Keadilan

 


Berita Terkait