Sejak Masuk Indonesia, Virus Corona B117 Tengah Ramai Diperbincangkan

Sabtu, 06 Maret 2021 12:57 Eris Kuswara Provinsi

Sejak Masuk Indonesia, Virus Corona B117 Tengah Ramai Diperbincangkan

 

Koropak.co.id - Diketahui bahwa Virus corona B117 yang baru saja masuk ke Indonesia saat ini tengah ramai diperbincangkan. Hal itu dikarenakan mutasi yang terjadi pada virus penyebab Covid-19 tersebut disebut-sebut lebih mudah menular dibandingkan sebelumnya meski tidak mempengaruhi keparahan atau efektivitas vaksin.

Juru Bicara Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa istilah varian, mutasi dan strain yang banyak digunakan oleh masyarakat atau media itu ternyata memiliki arti yang berbeda. Untuk mutasi sendiri merupakan proses terjadinya kesalahan saat virus memperbanyak diri. Sehingga virus anakan tidak sama dengan virus aslinya atau parental strain.

"Sementara untuk varian, adalah virus yang dihasilkan oleh proses mutasi yang terjadi. Selain itu, jika varian itu menunjukkan sifat fisik yang baik, jelas maupun samar dan berbeda dari virus aslinya, maka disebut sebagai strain," ," kata Wiku dalam konferensi persnya di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagaimana dihimpun Koropak, Sabtu (6/3/2021).

 

Baca : Selain Indonesia, Negara Asia Lainnya Turut Laporkan Mutasi Covid-19 B117

Ia menambahkan, tujuan virus bermutasi adalah agar mereka dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Karena, terkadang virus tersebut dapat muncul dan bertahan. Akan tetapi juga dapat muncul lalu menghilang dikarenakan tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Sementara itu, menurut temuan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, terdapat 495 Whole Genome Sequencing (WGS) yang dilaporkan dari Indonesia dengan 471 diantaranya adalah WGS yang komplet.

"Varian D614G juga sebenarnya sudah ditemukan di Indonesia sejak April 2020 lalu dan hingga Februari 2021 ini, seluruh WGS yang dilaporkan, bervarian D614G. Namun, untuk data pelaporan WGS terbaru oleh Balitbangkes, ternyata menunjukkan ada 2 WGS yang memiliki varian B117 yang diambil dari sampel pada bulan Februari 2021 lalu," ucapnya.

Ia mengatakan, studi semacam ini dapat membantu kita untuk memahami bagaimana perubahan bentuk virus yang dapat mempengaruhi luas penyebaran, efek gejala pada kasus positif, kemunculan pada alat tes, respons terhadap prosedur pengobatan serta pengaruh terhadap efektivitas vaksin. Pihaknya juga menegaskan, semakin sedikit keberadaan mutasi virus, maka peluang vaksin yang tengah dikembangkan saat ini untuk menjadi lebih efektif pun akan semakin besar.

"Jadi, selain mampu melindungi diri dan orang lain dengan mencegah penularan, vaksin juga bisa mencegah terjadinya mutasi virus," ujarnya.*

 

Baca pula : Vaksin Covid-19 yang Dimodifikasi untuk Varian Baru Akan Cepat Dapat Izin