Mendikbud RI Inginkan Vaksinasi Diawali di Jenjang PAUD dan SD Sederajat

Kamis, 11 Maret 2021 08:18 Eris Kuswara Nasional

Mendikbud RI Inginkan Vaksinasi Diawali di Jenjang PAUD dan SD Sederajat

 

Koropak.co.id - Diketahui bahwa vaksin bagi para tenaga pendidik sudah menjadi prioritas dari pemerintah. Sehingga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makarim pun menginginkan pemerintah bisa memulai vaksinasi Covid-19 dimulai dari tenaga pendidik atau guru di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta Sekolah Dasar (SD) dan sederajat.

"Jadi, pada saat sudah terkirim, kami ingin vaksinnya dimulai dengan yang paling muda dulu mulai dari guru-guru jenjang PAUD dan SD, SLB dan sederajat. Baru setelah itu semua terpenuhi, kita bisa maju ke jenjang SMP, SMA, SMK dan perguruan tinggi," kata Nadiem dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI, di kompleks parlemen, Jakarta sebagaimana dihimpun Koropak, Kamis (11/3/2021).

Ia menjelaskan, alasan mengapa pemerintah harus fokus dari jenjang pendidikan yang paling kecil, karena menurutnya jenjang pendidikan yang paling kecil tersebut sulit untuk melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan tingkat penularan Covid-19-nya juga jauh lebih kecil apabila dibandingkan dengan jenjang pendidikan yang lebih besar.

 

Baca : Pemerintah Godok SOP Pembukaan Kembali Sekolah Tatap Muka

"Mengapa kita harus fokus ke yang kecil dulu, karena yang paling kecil itu yang paling susah melakukan PJJ dan juga tingkat penularannya jika semakin muda itu secara scientific dari semua riset yang kita lihat di dunia, tingkat penularannya semakin kecil. Tentunya yang kita ketahui bahwa, imunitas anak itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa. Tapi maksud saya transmisinya juga jauh lebih kecil terutama untuk anak di bawah umur 12 tahun. Sehingga itulah yang terlebih dahulu kita fokuskan," ucapnya.

Ia juga mengatakan, hingga saat ini pemerintah juga sedang berupaya untuk mendorong terciptanya pelaksanaan sekolah tatap muka. Sehingga dia pun berharap pemerintah daerah bisa tetap terus mempersiapkan sekolah tatap muka,"Harapannya adalah sebelum vaksinasi ini, pendidik dan tenaga kepndidikan serta pemerintah daerah diharapkan bisa mengakselerasi pembelajaran tatap muka," tuturnya.

Diketahui sebelumnya, pemerintah sendiri tengah mempersiapkan sekolah tatap muka yang bisa kembali dibuka pada Juli 2021 mendatang. Keputusan ini dilakukan setelah 5,5 juta guru dan dosen selesai divaksinasi Covid-19 pada akhir Juni 2021.*

 

Baca pula : Kemendikbud RI Catatkan Baru 14 Persen yang Siap Laksanakan Tatap Muka