Kapolres Tasikmalaya Kota Pimpin Press Conference Ungkap Kasus Narkoba

Selasa, 16 Maret 2021 21:15 Eris Kuswara Daerah

Kapolres Tasikmalaya Kota Pimpin Press Conference Ungkap Kasus Narkoba

 

Koropak.co.id - Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP. Doni Hermawan, SH., S.I.K., M.Si., memimpin kegiatan Press Conference Ungkap Kasus Narkoba Bulan Februari - Maret 2021 di Wilayah Hukum Polres Tasikmalaya Kota yang dilaksanakan di Depan Loby Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (16/3/2021). Dalam kegiatan itu, Kapolres Tasikmalaya Kota didampingi Kasat Narkoba, Kasi Propam dan Paur Humas Polres Tasikmalaya Kota.

"Selama bulan Februari hingga pertengahan Maret tahun 2021, Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya Kota telah berhasil mengungkap 11 kasus tindakan penyalahgunaan narkoba di Wilayah Hukum Polres Tasikmalaya Kota dengan rincian 3 kasus perkara sabu-sabu dan daun ganja kering, 3 kasus perkara tembakau sintetis, 3 kasus perkara psikotropika dan 2 kasus perkara penyalahgunaan sediaan farmasi," kata Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP. Doni Hermawan, SH., S.I.K., M.Si., sebagaimana dihimpun Koropak, Selasa (16/3/2021).

 

Baca : Kapolres Tasikmalaya Kota Pimpin Press Conference Ungkap Kasus Curanmor

Ia menambahkan, dari 11 Kasus tersebut, Polres Tasikmalaya Kota telah berhasil mengamankan 11 orang tersangka laki-laki dan 1 orang tersangka perempuan dengan klasifikasi tersangka yakni 4 orang sebagai pengguna, 3 orang sebagai perantara dan 5 orang sebagai pengedar. Selain itu, dari 12 tersangka yang sudah diamankan pihak kepolisian, tercatat 9 orang tersangka belum pernah dihukum dan 3 orang tersangka merupakan residivis.

"Untuk jumlah total barang bukti yang telah berhasil kita amankan yaitu sebanyak kurang lebih 14 gram sabu-sabu, 70 gram daun ganja kering, 60 gram tembakau sintetis, 49 butir psikotropika serta 857 butir sediaan farmasi. Sementara itu, atas perbuatannya, untuk tersangka penyalahgunaan narkotika akan dijerat Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara serta denda maksimal Rp 10 miliar," ucapnya.

Sementara itu, Kata Kapolres, untuk tersangka penyalahgunaan sediaan farmasi akan dijerat Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar. Sedangkan untuk tersangka penyalahgunaan psikotropika akan dijerat Undang-Undang RI Nomor 05 Tahun 1997 Tentang Psikotropika dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 100 juta.*

 

Baca pula : Awal Tahun 2021, Polres Tasikmalaya Kota Berhasil Ungkap Enam Kasus Narkoba

 


Berita Terkait