Akhirnya, CVR Black Box Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Ditemukan

Kamis, 01 April 2021 21:48 Eris Kuswara Nasional

Akhirnya, CVR Black Box Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Ditemukan

 

Koropak.co.id - Setelah sekian lama melakukan pencarian, pada akhirnya Cockpit voice recorder (CVR) black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ-182 ditemukan.

Penemuan CVR itu sendiri langsung dikonfirmasi dan dibenarkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI,"Betul, bahwa CVR pesawat Sriwijaya Air SJ-182 sudah ditemukan)," kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati sebagaimana dihimpun Koropak, Kamis (1/4/2021).

Meskipun begitu, pihaknya tidak merinci lebih jauh mengenai penemuan CVR black box pesawat Sriwijaya Air SJ-182 ini. Bahkan pihaknya juga tidak menjelaskan mengenai kapan CVR tersebut ditemukan.

Seperti yang diketahui bahwa sebelumnya CVR black box pesawat Sriwijaya SJ-182 masih dalam pencarian. Sementara itu, FDR black box sebelumnya juga sudah ditemukan. CVR itu sendiri sangat diperlukan untuk investigasi mengenai penyebab kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu beberapa bulan yang lalu.

 

Baca : Ini Dugaan KNKT Terkait Penyebab Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga turut mengungkap hasil investigasi awal terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan nomor registrasi PK-CLC di perairan Kepulauan Seribu. Pihaknya mengatakan, sebelum Sriwijaya Air SJ-182 tersebut jatuh, tuas mesin (throttle) sebelah kiri pesawat tiga kali bergerak mundur.

Kepala Sub-Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT, Kapten Nurcahyo menjelaskan bahwa pertama kalinya tuas kiri Sriwijaya Air SJ-182 bergerak mundur dan terjadi tidak lama setelah pesawat lepas landas pada 9 Januari 2021 lalu. Tercatat, Sriwijaya Air SJ-182 ini memuat 2 pilot, 4 awak kabin, dan 56 penumpang.

"Setelah lepas landas dari bandara, pesawat ini mengikuti jalur penerbangan yang telah ditentukan dan diberikan nama ABASA 2D. Setelah itu, FDR mencatat bahwa pada ketinggian sekitar 1.980 kaki, autopilotnya mulai aktif atau engage. Pesawat pun terus naik dan pada ketinggian sekitar 8.150 kaki, throttle atau tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri bergerak mundur, sehingga membuat tenaga mesin atau putaran mesin pun ikut berkurang," tutur Nurcahyo dalam jumpa pers secara virtual, Rabu (10/2/2021) lalu.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait