CVR Sriwijaya Air SJ-182 Ditemukan Tak Jauh dari Lokasi Penemuan FDR

Kamis, 01 April 2021 21:53 Eris Kuswara Nasional

CVR Sriwijaya Air SJ-182 Ditemukan Tak Jauh dari Lokasi Penemuan FDR

 

Koropak.co.id - Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa perekam suara kokpit atau Cockpit Voice Recorder (CVR) bagian dari kotak hitam atau black box pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021 lalu pada akhirnya ditemukan pada pukul 20.00 WIB, Selasa (30/3/2021). Diketahui, CVR tersebut ditemukan di dekat Pulau Laki, Perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta dan temuan itu dilaporkan tidak jauh dari lokasi penemuan komponen black box lainnya yakni Flight Data Recorder (FDR) atau rekaman data penerbangan yang telah ditemukan pada 12 Januari 2021 lalu.

"Alhamdulillah, semalam pada pukul 20.00 WIB. sudah ditemukan di tempat yang tidak jauh dengan tempat ditemukannya FDR. Secara teknis, penemuan ini sudah dilaporkan kepada kami. Selain itu, kami juga sudah lapor ke Pak Presiden. Temuan CVR ini juga selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)," kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan secara virtual melalui kanal YouTube Kementerian Perhubungan RI, sebagaimana dihimpun Koropak, Kamis (1/4/2021).

Ia menambahkan bahwa memori yang ada dalam CVR tersebut nantinya akan dijadikan sebagai bahan investigasi penyebab dari kecelakaan nahas itu. Selain itu, pihaknya juga menyebutkan, dengan temuan CVR ini juga maka proses investigasi dan kajian pada FDR akan semakin lengkap. Hal itu dikarenakan, CVR sendiri berisi rekaman percakapan antara pilot dan co-pilot selama berada di kokpit.

 

Baca : Akhirnya, CVR Black Box Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Ditemukan

 

“Sejauh ini, tim baru menemukan serpihan baterai dan sampul atau casing CVR pada 15 Januari 2021 lalu. Tentunya, data itu berharga  dan KNKT juga sudah menemukan banyak hal dari FDR. Namun FDR itu akan paripurna apabila dilakukan satu penggabungan apa yang terjadi di kokpit, yakni pembicaraan antara pilot dan co-pilot. Sehingga itu akan melengkapi apa yang ada data dari FDR," ucapnya.

CVR merupakan salah satu bagian penting dari black box untuk kelanjutan investigasi kecelakaan pesawat. Kotak tersebut disebutkan paling tahan benturan dan tahan panas hingga suhu 1.000 derajat celcius selama 1 jam.

Sementara itu, pencarian CVR Sriwijaya Air S- 182 sendiri berada di bawah komando KNKT. Setelah pada 21 Januari 2021 lalu, Tim dari Basarnas menghentikan pencarian setelah melalui dua kali masa perpanjangan masing-masing dua hari. Pada tahap awal, masa pencarian dilakukan selama 7 hari.

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini