Buntut Penyerangan di Mabes Polri, Sejumlah Fakta Tentang ZA Terungkap

Jum'at, 02 April 2021 09:21 Eris Kuswara Nasional

Buntut Penyerangan di Mabes Polri, Sejumlah Fakta Tentang ZA Terungkap

 

 

Koropak.co.id - Diketahui, sejumlah fakta pun pada akhirnya terungkap dari aksi teror yang terjadi di Markas Besar (Mabes) Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan pada Rabu (31/3/2021). Bahkan salah satu fakta pun mengungkapkan bahwa penyerang yang dilakukan ke Mabes Polri tersebut hanya berselang selama 3 hari setelah aksi bom bunuh diri yang dilakukan di Gereja Katedral Makassar Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021) lalu.

Fakta lainnya juga terlihat dari isi surat wasiat yang ada kesamaan baik itu dari pelaku penyerangan Mabes Polri dan pelaku bom bunuh diri di Makassar. Diketahui, untuk penyerangan di Mabes Polri itu dilakukan oleh seorang perempuan bernama Zakiah Aini atau ZA (25). Berdasarkan hasil rekaman CCTV, saat penyerangan ZA mengenakan gamis lengkap dengan kerudung dan membawa sebuah map berwarna kuning dan senjata. Berikut sejumlah fakta yang terungkap dari serangan ke Mabes Polri berdasarkan penjelasan Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo sebagaimana dihimpun Koropak, Jumat (2/4/2021).

 

1. Merupakan mahasiswa drop out

Kapolri Listyo Sigit mengkonfirmasi bahwa pelaku penyerangan Mabes Polri merupakan seorang perempuan berinisial ZA dan masih berusia 25 tahun. Pelaku tersebut berasal dari Ciracas, Jakarta Timur dan merupakan seorang mahasiswi Drop Out (DO) pada semester lima di salah satu universitas di Jakarta.

 

Baca : Polisi Tembak Perempuan Tak Dikenal yang Serang Mabes Polri

 

2. Afiliasi dengan jaringan teorisme ISIS

Listyo juga menyatakan bahwa karakter teror yang dilakukan pelaku bersifat "Lone Wolf" atau aksi teror yang dilakukan secara individu atau sendiri. Pihaknya menilai bahwa ZA sendiri sudah terpapar ideologi Negara Islam Irak Suriah (ISIS) dan hal itu bisa dilihat dari postingan pelaku yang dilakukan di akun media sosial miliknya.

 

3. Sempat melepaskan 6 tembakan kepada petugas

Fakta ketiga, Listyo Sigit menyebutkan bahwa pelaku tiba di Mabes Polri Jakarta Selatan sekitar pukul 16.30 WIB dan masuk melalui pintu belakang Mabes Polri. Pada awalnya, ZA menanyakan tentang dimana posisi pos pelayanan dan petugas polisi yang bertugas pun kemudian mengarahkan ZA ke lokasi yang dimaksud.

Namun setelah berhasil masuk, ZA langsung menembak sebanyak enam kali ke arah petugas yang berada di sekitar pos jaga yang meliputi dua kali ke anggota di pos, dua kali di luar dan menembak lagi ke anggota di belakangnya.

 

4. Polisi menemukan surat wasiat

Diketahui ternyata, ZA juga turut meninggalkan surat wasiat yang ditujukkan kepada keluarganya dan surat wasiat itu sendiri ditemukan pihak kepolisian saat menggeledah rumah pelaku yang berada di Ciracas, Jakarta Timur. Selain surat wasiat, ZA juga turut menuliskan kata-kata bahwa dia akan pamit di grup WhatsApp keluarganya. Selain itu, berdasarkan salinan surat yang diterima, surat wasiat itu salah satunya berisi mengenai permintaan maaf ZA kepada orangtua dan keluarganya.

 

5. Pelaku tewas di Mabes Polri

Setelah terknea tembakan yang dilepaskan petugas, pelaku penyerangan itu pun langsung meninggal dunia akibat tembakan yang langsung mengenai jantung pelaku.

Kini, ZA pun telah dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait