Banjir Bandang dan Tanah Longsor di NTT Telan Puluhan Korban Jiwa

Senin, 05 April 2021 15:37 Eris Kuswara Nasional

Banjir Bandang dan Tanah Longsor di NTT Telan Puluhan Korban Jiwa

 

Koropak.co.id - Akibat curah hujan tinggi disertai angin kencang, membuat Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilanda bencana banjir bandang, Minggu (4/4/2021). Selain itu, banjir bandang tersebut juga memakan puluhan korban jiwa yang ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Tercatat, jumlah korban tewas akibat banjir bandang tersebut hingga Minggu (4/4/2021) sebanyak 62 orang.

"Untuk jumlah korban longsor yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa hingga Minggu sore, ada 62 orang dari yang sebelumnya 20 orang. Sementara itu, hingga kini upaya pencarian masih terus berlangsung di lapangan," kata Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli  sebagaimana dihimpun Koropak, Senin (5/4/2021).

Pihaknya mengatakan, banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Desa Nele Lamadiken, Kecamatan Ile Boleng tersebut terjadi pada Minggu, sekitar pukul 01.00 WITA. Banjir tersebut terjadi akibat hujan lebat disertai angin kencang yang berlangsung cukup lama di wilayah tersebut. Selain itu juga, kondisi cuaca ekstrem tersebut yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor itu membawa serta kayu dan batu besar dan bnda-benda tersebut pun menghantam permukiman warga desa.

 

Baca : Curah Hujan Tinggi Akibatkan Banjir Melanda Sejumlah Wilayah di Bima NTB

 

"Selain menelan korban jiwa, tercatat puluhan rumah di Desa Nele Lamadiken beserta berbagai barang berharga milik warga setempat juga ludes diterjang longsor. Tercatat, ada sejumlah daerah yang terkena dampak banjir bandang ini dan ada korban yang meninggal juga yang ditemukan di Desa Nobo yang berada di area bawah Desa Nele Lamadiken karena terseret banjir," katanya.

Ia menuturkan, korban banjir bandang juga turut berada dititik lainnya yaitu di wilayah Waiwerang dan sekitarnya di Kecamatan Adonara Timur, yang ditemukan meninggal dunia juga bertambah satu orang sehingga kini jumlahnya menjadi empat orang. Sementara itu, pemerintah daerah bersama berbagai elemen juga hingga saat ini masih terus bergerak di lapangan untuk melakukan langkah penanggulangan dampak bencana, baik itu dengan  pencarian dan evakuasi korban maupun penanganan korban yang selamat.

"Saat ini upaya pencarian korban masih terus berlangsung di lapangan dan upaya pencarian itu dilakukan oleh petugas dengan dukungan berbagai elemen masyarakat setempat," ucapnya.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini