Pemerintah Siap Ganti Rugi Rumah Warga Terdampak Banjir Bandang NTT

Rabu, 07 April 2021 16:53 Eris Kuswara Nasional

Pemerintah Siap Ganti Rugi Rumah Warga Terdampak Banjir Bandang NTT

 

 

Koropak.co.id - Pemerintah akan memberikan ganti rugi terhadap rumah warga yang rusak akibat bencana banjir bandang yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu atau tepatnya pada Minggu (4/4/2021) lalu.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan bahwa ganti rugi tersebut akan diberikan kepada warga yang terdampak bencana banjir bandang berupa uang tunai mulai dari Rp10 hingga 50 juta, tergantung dengan kerusakan rumahnya.

"Anggaran yang disiapkan pemerintah pusat untuk rumah rusak berat itu Rp 50 juta. Kemudian untuk kerusakan sedang Rp 25 juta dan rusak ringan Rp 10 juta,” kata Doni dalam konperensi pers yang digelar secara daring, sebagaimana dihimpun Koropak, Rabu (7/4/2021).

Ia menambahkan, keputusan ganti rugi tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden RI, Ir H Joko Widodo dalam rapat terbatas yang membahas terkait penanganan bencana di NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB),"Sebagaimana yang telah ditugaskan oleh bapak presiden, BNPB akan membangun kembali rumah-rumah warga mulai dari yang rusak berat, sedang dan rusak ringan,” ucapnya.

 

Baca : Mensos RI, Tri Rismaharini Salurkan Bantuan Sosial ke NTT

 

Diketahui, untuk Sementara waktu, kata Doni, bagi masyarakat yang rumahnya sudah tidak layak dihuni kembali, maka pemerintah akan memberikan dana kepada setiap kepala keluarga agar mereka bisa menyewa rumah kerabatnya,"Pemerintah daerah juga sudah mengajukan usulan ini kepada BNPB. Selain itu, hal ini juga dilakukan agar tidak terlalu banyak terjadinya kerumunan di tempat-tempat pengungsian sebagai upaya untuk meminimalisir penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data sementara yang diperoleh BNPB, tercatat sebanyak 119 unit rumah mengalami Rusak Berat (RB), 118 unit rumah Rusak Sedang (RS) dan 34 unit rumah Rusak Ringan (RR). Selain itu, sebanyak 2.019 keluarga atau 8.424 warga mengungsi serta 1.083 Kepala Keluarga (KK) atau 2.683 warga lainnya terdampak bencana banjir bandang tersebut.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini