BNPB Catat Sebanyak 8 Orang Meninggal Akibat Gempa Malang Jawa Timur

Selasa, 13 April 2021 10:16 Eris Kuswara Nasional

BNPB Catat Sebanyak 8 Orang Meninggal Akibat Gempa Malang Jawa Timur

 

Koropak.co.id - Beberapa waktu lalu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan update terkini terkait bencana gempa bumi berkekuatan 6,1 skala richter yang mengguncang daerah Jawa Timur.

Tercatat, berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB hingga Senin (12/4/2021) pukul 22.00 WIB, korban meninggal dunia sebanyak 8 orang, sebanyak 1 orang luka berat dan 22 luka ringan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menyebutkan bahwa sebanyak 344  rumah dan 26 sarana dan prasarana umum mengalami kerusakan. Sementara itu, tercatat ke-26 sarana umum itu meliputi 1 pondok pesantren, 11 sarana pendidikan, 6 sarana ibadah, 7 kantor pemerintahan, dan 1 rumah sakit.

“Bencana gempa bumi yang terjadi di Selatan Malang Jawa Timur ini berdampak pada 8 wilayah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur meliputi Kabupaten Lumajang, Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Kediri, Jember, dan Kota Malang," kata Raditya sebagaimana dihimpun Koropak, Selasa (13/4/2021).

 

Baca : Gempa Bumi Berkekuatan 5,2 Skala Richter Guncang Halmahera Selatan

 

Sementara itu, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan bahwa pengulangan gempa bumi yang terjadi di Selatan Malang tersebut sekaligus menjadi fenomena yang patut diwaspadai. Karena di sisi lain, hal itu juga bisa menjadi bukti bahwa apa yang telah disampaikan para ahli gempa bumi adalah benar.

“Gempa Selatan Malang yang destruktif ini tentunya merupakan alarm untuk kita semua bahwa ancaman sumber gempa bumi subduksi lempeng selatan Jawa yang selama ini didengungkan oleh para ahli gempa itu adalah benar. Sehingga sudah sepatutnya untuk kita waspada,” kata Daryono.

Ia menjelaskan, alasan mengapa warga harus waspada, karena episentrum gempa bumi di Selatan Malang itu berdekatan dengan pusat gempa bumi yang merusak Jawa Timur pada masa lalu, yakni pada tahun 1896, 1937, 1962, 1963 dan 1972. Selain itu, Zona Gempa Bumi Selatan Malang tersebut memang merupakan kawasan aktif yang sering terjadi dan dirasakan.

"Berdasarkan hasil monitoring BMKG, setidaknya telah terjadi tiga kali gempa susulan atau aftershock dari Gempa Selatan Malang dengan kekuatan kecil dan kurang dari magnitudo 4,0 yang tidak berdampak dan tidak dirasakan," ujarnya.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini