Kebakaran dalam Kurun Waktu Berdekatan Jadi Bukti Lemahnya Kebijakan

Selasa, 13 April 2021 16:05 Eris Kuswara Nasional

Kebakaran dalam Kurun Waktu Berdekatan Jadi Bukti Lemahnya Kebijakan

 

Koropak.co.id - Diketahui, beberapa waktu lalu kebakaran hebat menghanguskan bangunan Pasar Inpres, Pasar Minggu pada Senin (12/4/2021). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 21.20 WIB malam itu baru berhasil dipadamkan pada Selasa (13/4/2021) dini hari. Sebelum Pasar Inpres, diketahui kebakaran juga terjadi di Pasar Kambing, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis (8/4/2021).

Kemudian juga pada Kamis (25/3/2021) lalu, kebakaran juga terjadi di permukiman padat penduduk di Matraman, Jakarta Timur dan menyebabkan 10 warga meninggal dunia. Kejadian-kejadian ini pun menunjukkan bahwa si jago merah begitu mudah mengamuk di Jakarta.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah mengatakan, kebakaran yang terjadi dalam kurun waktu yang cukup dekat itu disebabkan masih lemahnya kebijakan pemerintah provinsi dalam hal penataan permukiman. Berkaca pada kebakaran di Matraman, pihaknya pun meyakini tidak ada akses masuk-keluar di suatu area pemukiman padat penduduk.

 

Baca : Kebakaran Pasar Impres Pasar Minggu Jakarta Hanguskan 300 Kios

 

"Akses masuk keluar di suatu area pemukiman padat penduduk ini sangat penting agar masyarakat dapat langsung mengevakuasi diri saat terjadi musibah. Kami juga menilai kondisi ini mencerminkan Pemprov DKI lemah dalam menerapkan Undang-Undang Nomor 24 tentang Penanggulangan Bencana. Dimana di situ ada mengenai kesiapsiagaan," kata Trubus, sebagaimana dihimpun Koropak, Selasa (13/4/2021).

Ia mengatakan, lemahnya penerapan Undang-Undang Penanggulangan Bencana menyebabkan rendahnya tingkat waspada masyarakat. Hal ini pun ditandai dengan minimnya pengetahuan masyarakat tentang kewaspadaan keamanan listrik, alat rumah tangga berpotensi menimbulkan kebakaran,"Masyarakat itu tidak pernah diberikan bimbingan maupun edukasi terhadap kesiapsiagaan ketika dia tinggal di suatu pemukiman yang padat," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti letak pasar dengan lokasi pemukiman. Seharusnya terdapat jarak aman antara pasar dengan pemukiman penduduk untuk meminimalisasi dampak kebakaran. Berdasarkan data dari jakartafire.net/statistic sejak awal 2021 sampai 15 Maret 2021, terjadi 260 kasus kebakaran, 908 kali upaya penyelamatan, dan kerugian ditaksir mencapai Rp 31.912.650.000.

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini