KNKT Akhirnya Berhasil Unduh Data Rekaman CVR Sriwijaya Air

Rabu, 14 April 2021 12:31 Eris Kuswara Nasional

KNKT Akhirnya Berhasil Unduh Data Rekaman CVR Sriwijaya Air

 

Koropak.co.id - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pada akhirnya telah berhasil mengunduh data rekaman percakapan pada Cockpit Vi±ice recorder (CVR) milik Sriwijaya Air SJ-182 yang ditemukan di perairan Kepulauan Seribu pada Kamis (1/4/2021) beberapa waktu lalu.

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono menjelaskan bahwa CVR tersebut berisi rekaman percakapan selama dua jam, termasuk dengan percakapan penerbangan yang mengalami kecelakaan. Pihaknya menilai bahwa data tersebut sangat penting untuk kebutuhan investigasi.

“KNKT berhasil mengunduh seluruh empat channel dari CVR, namun empat channel pada CVR tersebut mengalami gangguan. Meskipun begitu, berdasarkan rekaman yang ada tersebut, tentunya telah menambah data penting bagi investigasi yang hasilnya nanti akan disampaikan dalam laporan akhir,” kata Soerjanti dalam keterangannya sebagaimana dihimpun Koropak, Rabu (14/4/2021).

Pihaknya menambahkan bahwa untuk saat ini KNKT masih melakukan proses investigasi guna mengetahui penyebab pasti jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 pada 9 Januari 2021 lalu dalam rute penerbangan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta dengan tujuan Bandar Udara Internasional Supadio, Pontianak.

“Proses investigasi ini masih terus dilakukan oleh tim KNKT yang disertai dengan proses penelitian yang mendetail. Setelah ditemukannya semua bagian seperti black box yakni Flight Data Recorder (FDR) yang terlebih dahulu ditemukan pada 12 Januari 2021, akan menambah titik terang untuk  mengusut penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air," ucapnya.

 

Baca : CVR Sriwijaya Air SJ-182 Ditemukan Tak Jauh dari Lokasi Penemuan FDR

 

Ia menuturkan, hal itu pun sangat penting dilakukan agar kecelakaan dengan penyebab yang sama tidak terulang kembali di kemudian hari. Selain itu, diketahui juga proses pencarian CVR milik pesawat Sriwijaya Air SJ-182 sempat mengalami kendala. Bahkan proses pencarian juga sempat dihentikan selama kurang lebih satu minggu. Hal itu dilakukan untuk mematangkan operasi pencarian.

"Pada tanggal 15 sampai dengan 21 Februari 2021 itu beberapa penyelam dari Basarnas dan dari TNI AL, teman-teman dari Kepulauan Seribu mulai bergerak. Namun setelah satu bulan setengah pencarian dengan menggunakan penyelam dan segala peralatan yang kita miliki, sayangnya tidak membuahkan hasil,” ujarnya.

Dikarenakan tidak membuahkan hasil, kata Soerjanto, KNKT bersama pihak Sriwijaya Air memutuskan untuk menggunakan kapal penghisap lumpur TSHD King Arthur 8 untuk membantu proses pencarian. Dengan menggunakan kapal tersebut, pihaknya juga sudah mengetahui area yang dicari adalah 90×90 meter.

"Memang area disitu juga banyak lumpurnya, sehingga dengan kapal TSHD ini kita pun bisa melakukan pencarian dengan penyedot lumpur. Jadi untuk kerjanya itu  seperti vacum cleaner, menyedot sampai kedalaman satu meter di area 90×90,” tuturnya.

Hingga pada akhirnya seluruh upaya yang dilakukan tim pun membuahkan hasil dan saat ini masih dalam prose investigasi oleh KNKT disertai dengan proses penelitian yang mendetail. Hal itu karena, tanpa adanya CVR, maka proses investigasi akan sangat sulit dilakukan, terutama untuk menemukan penyebabnya.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 

 


Berita Terkait