Kilaz Rustic Craft, Kerajinan Kayu Gaya Amerika Pertama Di Tasikmalaya

Kamis, 29 April 2021 13:02 Dede Hadiyana Daerah

Kilaz Rustic Craft, Kerajinan Kayu Gaya Amerika Pertama Di Tasikmalaya

 

Koropak.co.id - Banyaknya karya kerajinan tangan dari bahan kayu atau bambu yang berasal dari daerah, namun berbeda dengan yang satu ini. Kilaz Rustic Craft Tasik merupakan spesialis Rustic Furniture dan Craft satu-satunya di Tasikmalaya.

Berdiri sejak 3 tahun lalu, Owner Kilaz Craft Tasik Usep Suherlan pria berusia 42 tahun itu menggeluti usaha dengan membuat produk kerajinan tangan bergaya Amerika tersebut di rumahnya sendiri tepatnya di Kampung Desa RT 26/RW 08 Desa Cilangkap Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya.

Dijumpai Koropak di kediamnya, Usep mengaku awal mula terinspirasi dari internet. Mengingat melimpahnya bahan baku, ia pun memberanikan diri untuk terjun membuat kerajinan Rustic Furniture and Craft.

"Rustic Craft merupakan kerajinan yang berbahan dasar dari alam dengan memanfaatkan bahan baku dari alam salah satunya kayu. Ide awal membuat kerajinan bermula melihat dari internet dan melihat disekitar potensi bahan baku yang sangat melimpah," ujarnya.

 

Baca :  Turangga Maggot Farm Hadirkan Inovasi Baru Bagi Peternak

 

Usaha kerajinan pertama di Jawa Barat khususnya di Tasikmalaya karena dirinya belum pernah menemukan produk serupa yang berasal dari Tasikmalaya. Ia pun sudah membuat berbagai produk seperti tempat tissu, cermin, vas bunga, meja, hiasan dinding, tatakan, dan banyak lagi pernak pernik untuk interior rumah.

"Jika di luar Jawa Barat, seperti di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur atau di Jepara, produk seperti ini ada. Produk yang dijual mulai dari harga Rp 15 Ribu sampai Rp 650 Ribu dan yang paling banyak diminati adalah cermin, sejak awal hingga sekarang permintaannya selalu ada," katanya.

Menurutnya, ditengah masa pandemi Covid-19 permintaan kerajinan Rustic Craft mengalami penurunan yang sangat signifikan. Permintaan untuk suplay ke toko kerajinan hanya 5 Lusin dari awalnya yang mencapai 20 hingga 30 Lusin produk sebelum pandemi.

"Alhamdulillah setiap minggunya permintaan selalu ada dan berharap kedepan adanya bantuan dari Pemerintah Daerah untuk para pelaku UMKM seperti bantuan alat penunjang serta bantuan modal usaha untuk melengkapi dan meningkatkan produksi. Karena selama ini menggunakan alat seadanya," ucapnya.*

 

Baca pula : Bermula dari Hobi, Pria Asal Tasikmalaya Sukses Ternak Channa