Kisah Satu Keluarga Nekat Mudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung

Jum'at, 07 Mei 2021 18:37 Eris Kuswara Daerah

Kisah Satu Keluarga Nekat Mudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung

 

Koropak.co.id - Satu keluarga asal Gombong, Jawa Tengah nekat mudik dengan berjalan kaki ke Soreang, Kabupaten Bandung. Hingga hari ini, Jumat (7/5/2021), keluarga ini mengaku sudah menempuh perjalanan dengan berjalan kaki selama enam hari.

"Berangkat dari Gombong Jawa Tengah itu Minggu sore setelah Ashar," kata Dani, pemudik yang nekat mudik berjalan kaki bersama istri dan dua anak balitanya di Ciamis sebagaimana dihimpun Koropak, Jumat (7/5/2021).

Ia menuturkan, selama perjalanan mudik, dirinya bersama keluarga biasa beristirahat di pom bensin maupun masjid yang ditemui di perjalanan hanya untuk sejenak melepas lelah di tempat tersebut. Dia juga mengatakan, setelah menumpang tidur di pom bensin maupun masjid, mereka kemudian melanjutkan perjalanan setelah shalat Subuh. Saat melanjutkan perjalanan, dirinya dan keluarga pun kembali mencari tempat istirahat setelah pukul 10.00 WIB.

"Ketika hari mulai panas, maka kami beristirahat untuk mencari tempat teduh. Saat mencari pom bensin untuk berteduh, pernah juga berjalan sampai tengah malam. Setelah ashar, kami pun melanjutkan perjalanan dan biasanya cuacanya juga sudah tidak terlalu panas," ucapnya.

 

Baca : Masih Banyak Masyarakat Tak Taat dan Nekat Mudik Lebaran 2021

Ia menambahkan, setelah salat Ashar, dia dan keluarga akan berhenti dan mencari tempat istirahat sekitar pukul 20.00 WIB. Namun pada saat tidak menemukan pom bensin atau masjid, Dani dan keluarga sempat berjalan kaki hingga pukul 23.00 WIB. Sementara itu, selama menempuh perjalanan Gombong-Ciamis, dia mengaku tidak mengalami hambatan maupun gangguan dari orang jahat.

"Alhamdulillah selama perjalanan, saya dan keluarga tidak mengalami hambatan maupun gangguan dari orang jahat. Justru, banyak dermawan yang memberikan makanan untuk saya dan keluarga. Saya juga terpaksa berjalan kaki dari Gombong ke Bandung dikarenakan tidak mempunyai ongkos untuk pulang," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Dani sendiri bekerja di tempat konveksi di Gombong. Namun kini dirinya sudah tidak lagi bekerja, sehingga dirinya memutuskan untuk pulang ke Bandung. Sementara itu, dia mengaku bahwa upah selama bekerja di tempat konveksi, hanya cukup untuk bayar kontrakan dan biaya makan.

"Untuk pulang ke Bandung saja, saya hanya membawa uang sebesar Rp 120.000 dan itu dipakai untuk makan, minum dan membeli makanan anak," tuturnya.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini