Kemenhub Gagalkan Warga Nekat Mudik Secara Tersembunyi Melalui Jalur Laut

Senin, 10 Mei 2021 09:08 Eris Kuswara Nasional

Kemenhub Gagalkan Warga Nekat Mudik Secara Tersembunyi Melalui Jalur Laut

 

 

Koropak.co.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berhasil menggagalkan rombongan warga yang nekat mudik secara tersembunyi melalui jalur laut di perairan Teluk Jakarta, Minggu (9/5/2021). Hasilnya, para pemudik tersebut pun pada akhirnya diminta untuk putar balik.

“Para pemudik gelap tersebut kami berikan sanksi berupa teguran dan diwajibkan untuk putar balik. Hari ini kami memulai patroli laut dalam rangka pengawasan pengendalian transportasi laut Idul Fitri 1442 Hijriah di wilayah perairan Teluk Jakarta,” kata Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kementerian Perhubungan Ahmad Dalam sebagaimana dihimpun Koropak, Senin (10/5/2021).

Diketahui bahwa patroli laut yang dilakukan tersebut sesuai dengan Surat Edaran Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021 dan Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Pihaknya mengungkapkan bahwa para petugas mendapati sekelompok warga yang melakukan upaya mudik dengan menggunakan kapal service boat dari wilayah pesisir pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Kapal service boat tersebut diketahui merupakan kapal penunjang bagi kapal-kapal yang berlabuh jangkar sebelum dapat sandar di pelabuhan yang berfungsi untuk melayani kebutuhan kapal.

 

Baca : Hari Ketiga Penyekatan, Polda Metro Jaya Putarbalikan Ribuan Kendaraan

 

“Kami berhasil menemukan dan menghentikan tiga kapal service boat yang mengangkut warga yang tetap nekat mudik. Kami juga sudah memberikan penjelasan dan pengertian, lalu kemudian memminta mereka untuk kembali ke tempat semula. Sementara itu, kami mendapatkan informasi adanya kapal tradisional atau service boat di sepanjang pesisir Teluk Jakarta yang dimanfaatkan warga untuk mudik ke Cirebon dan sekitarnya," ucapnya.

Ia menambahkan, dengan adanya informasi tersebut, maka Syahbandar Tanjung Priok, Disnav Tanjung Priok, KSOP Sunda Kelapa dan Pangkalan PLP Tanjung Priok pun memperketat pengawasan terhadap kapal-kapal tersebut baik yang berada di pesisir maupun yang melintas di Teluk Jakarta,"Yang lebih membahayakannya itu adalah para penumpang pemudik tersebut tidak menggunakan jaket pelampung keamanan," ujarnya.

Pihaknya juga mengatakan bahwa keamanan laut tidak hanya menyangkut kedaulatan dan hukum, akan tetapi juga mengandung pemahaman bahwa laut harus aman bagi pengguna dan bebas dari ancaman pelanggaran hukum. Seperti membawa penumpang ilegal, penyelundupan narkotika, psikotropika dan prekursor, pencurian ikan, serta penyelundupan bahan bakar minyak ilegal.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait