Walikota Bogor Sebut Digitalisasi Aksara Sunda Contoh Manifestasi Tepat

Rabu, 09 Juni 2021 10:41 Eris Kuswara Nasional

Walikota Bogor Sebut Digitalisasi Aksara Sunda Contoh Manifestasi Tepat

 

 

Koropak.co.id - Baru-baru ini, Pemerintah Kota Bogor dan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menggelar kegiatan Simposium Digitalisasi Aksara Sunda secara virtual di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor.

Dalam sambutannya, Walikota Bogor, Bima Arya mengatakan bahwa digitalisasi aksara Sunda merupakan contoh manifestasi yang paling tepat. Bahkan dia juga mengaku sangat senang dikarenakan momentum ini merupakan pertama kalinya dimulai dari kota Bogor.

"Tentunya ini adalah ikhtiar awal dan saya merasa bangga karena ini dimulai di Bogor dan bukan di tempat lain. Karena di sinilah ibu kota Kerajaan Pakuan Pajajaran 5 abad yang lalu dan bukan di Bandung, bukan di Bekasi serta bukan di Tangerang," kata Bima sebagaimana dihimpun Koropak, Selasa (8/6/2021).

 

Baca : Pemkot Bogor Resmi Keluarkan Perwali Tentang Pakaian Dinas ASN

Wakil Ketua Bidang Pengembangan Bisnis, Kerjasama, dan Marketing PANDI, Heru Nugroho menuturkan bahwa pihaknya menganggap pernyataan yang disampaikan Walikota Bogor itu sebagai sebuah sinyal baik keseriusan dukungan Pemkot Bogor untuk bersama-sama dalam melakukan aksi nyata dalam digitalisasi aksara Sunda dan bukan sekadar retorika politis semata.

"Dalam proses pendaftaran aksara Sunda menuju go digital, dibutuhkan juga semacam peraturan pemerintah secara spesifik yang menyebutkan bahwa memang aksara daerah tersebut diatur dan tertuang dalam sebuah peraturan. Karena dalam mendaftarkan sebuah aksara ke tingkat dunia, salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah aksara tersebut diatur dalam peraturan yang berlaku di negara itu," tutur Heru.

Dalam hal ini, kata Heru, aksara Sunda itu sudah mempunyai modal yang cukup dikarenakan Kota Bogor sudah mempunyai Peraturan Walikota Bogor Nomor 62 Tahun 2017 tentang Pemartabatan Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda di Ruang Publik. Tentunya ini sebagai dasar acuan untuk proses selanjutnya. Simposium ini juga merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara daring selama dua hari dan dikemas dalam bentuk webinar, workshop, dan Focus Group Discussion (FGD).*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait