Harga Kedelai Naik, Dewan Nilai Pemerintah Pusat Harus Ambil Langkah Protektif

Kamis, 10 Juni 2021 06:12 Eris Kuswara Parlemen

Harga Kedelai Naik, Dewan Nilai Pemerintah Pusat Harus Ambil Langkah Protektif

 

 

Koropak.co.id - Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Andi Warsandi, SE menanggapi harga kedelai impor yang mengalami kenaikan. Namun pihaknya menegaskan bahwa daerah tidak memiliki kebijakan sama sekali dikarenakan harga impor tersebut dibuat dan ditentukan oleh Pemerintah Pusat. Pihaknya juga meminta agar bagaimana pemerintah pusat tetap berkepentingan untuk mengambil langkah-langkah protektif demi kesejahteraan para pedagang dan pengrajin.

"Berkaitan dengan kacang kedelai impor itu, memang hampir sebagian besar pengrajin tempe dan tahu memakainya. Kami berharap pemerintah pusat bisa melahirkan kebijakan yang empatik terhadap keberadaan pengrajin tempe dan tahu di daerah. Karena dengan harga yang sedemikian rupa itu, tentunya susah bagi mereka untuk bertahan dengan ongkos dan bahan produksi yang tinggi. Sebab, dalam kondisi seperti ini, mereka harus memikirkan bagaimana cara memasarkannya ditengah daya saing dan daya beli masyarakat yang begitu rendah," kata Andi Warsandi, SE saat ditemui Koropak di Ruang Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Tasikmalaya, Rabu (9/6/2021).

Ia menuturkan bahwa jalan keluar yang bisa diambil adalah dengan mengurangi kualitas atau misalnya menyesuaikan harga bahan bakunya. Akan tetapi pada intinya permasalahan harga itu merupakan kebijakan pusat, sehingga rekan-rekan dari DPR-RI ini harus berpikir keras untuk melihat situasi dan kondisi seperti ini. Hal itu dikarenakan pengendalian harga impor itu sendiri juga bukan di daerah melainkan merupakan kebijakan dari pemerintah pusat.

 

Baca : TPID Lakukan Sidak, Harga Jual Kedelai di Kota Tasik Masih Tinggi

"Ini harus menjadi perhatian utama dikarenakan tempe dan tahu ini merupakan makanan yang banyak digemari, dengan kondisi seperti itulah maka DPR-RI harus bisa menjamin kelangsungan usaha pengrajin tempe dan tahu dengan bagaimana harga ini tidak menjadi fluktuatif dan berat bagi pedagang didaerah. Sebab dengan harga yang tinggi itu tentunya akan membebani ongkos produksinya," ucapnya.

Ia menambahkan, salah satu upaya yang paling strategis adalah bagaimana pengendalian harga impor bisa dikendalikan, sehingga hal itu akan memungkinkan para pedagang dan pengrajin mendapatkan keuntungan. Selain itu, memang sebaiknya juga kedepan atau secepatnya pemerintah dan DPR-RI untuk melakukan upaya kajian berkaitan dengan potensi dari varian kacang kedelai lokal yang semoga saja bisa dijadikan bahan baku dan kualitasnya bisa mengejar kacang kedelai kualitas impor.

"Tentunya ini menjadi tantangan bagi pusat hingga daerah untuk melakukan upaya kajian rekayasa pertanian dan teknologi pertanian. Namun dengan demikian diharapkan dalam waktu yang secepatnya itu kita bisa menghasilkan jenis kacang kedelai lokal yang berkualitas menyerupai kacang kedelai impor. Sehingga semoga saja persoalannya pun bisa terselesaikan," ujarnya.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait