Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tasikmalaya Lakukan Penyekatan Wilayah

Senin, 21 Juni 2021 06:04 Eris Kuswara Daerah

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tasikmalaya Lakukan Penyekatan Wilayah

 

 

Koropak.co.id - Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Tasikmalaya, Drs H Muhammad Yusuf membeberkan bahwa kenaikan kasus positif di Kota Tasikmalaya terus bertambah. Bahkan tercatat hari ini Minggu (20/6/2021), pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 sebanyak 5 orang.

"Saya sayang kepada masyarakat Kota Tasikmalaya dan jangan sampai banyak yang terpapar. Karena hingga saat ini juga sudah ada 180 orang yang subtomatik, tentunya ini menjadi suatu kekhawatiran dan mengenai kapan pandemi ini akan berakhir kita tidak ada yang tahu. Oleh karena itu, kewaspadaan dengan menjaga prokesnya harus tetap dijaga," kata Yusuf kepada Koropak selepas menghadiri kegiatan Pembukaan Kibar Budaya Jilid 6 di Mayasari Plaza Tasikmalaya, Minggu (20/6/2021).

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tetap melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan menjaga protokol kesehatan dengan yang terpenting selalu menggunakan masker. Karena, masker tersebut juga diketahui sangat penting digunakan untuk memutus penyebaran Covid-19. Sementara itu, hingga saat ini Kota Tasikmalaya masih berada di zona orange meskipun persentase keterisian rumah sakit sudah penuh.

"Jika dilihat dari sisi itu, biasanya masuk kriteria zona merah. Oleh sebab itu kita harus menjaga semuanya agar tidak naik kembali ke zona merah. Namun jika masuk zona merah, maka kemungkinan kita akan mengambil kebijakan yang lebih ekstrim. Disisi lain kita juga turut memikirkan masalah pemulihan ekonomi yang harus terus berjalan dengan baik yang diimbangi dengan menjaga protokol kesehatan," ucapnya.

 

Baca : DKKT Ajukan Diri Pada Pemerintah untuk Kelola Selter Dadaha

 

Ia menambahkan, terkait dengan masalah penyekatan, pihaknya sudah melakukan koordinasi bahwa ada beberapa tempat yang memang dilakukan penyekatan serta membatasi aktivitas di tempat-tempat yang menimbulkan kerumunan seperti di Pasar Kojengkang yang masih dibatasi. Selain itu pihaknya belum mengikuti Bandung Raya yang membatasi semua kegiatan ekonomi sampai dengan Pukul 19.00 WIB, dikarenakan masih memberikan kesempatan kepada masyarakat dan pelaku usaha.

"Kami masih memberikan kesempatan bagi masyarakat dan pelaku usaha agar kegiatan ekonomi atau usahanya itu sampai dengan pukul 21.00 WIB. Oleh karena itu, kami meminta tolong dengan kebijakan seperti itu benar-benar memberikan manfaat Bagi masyarakat dan diharapkan bisa dipatuhi dengan baik agar kita tidak masuk ke zona merah. Jika hari-hari biasa dilakukan untuk penyekatan mulai pukul 18.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Namun untuk weekend dimulai pukul 16.00 WIB sebab di jam itu terutama masuk malam minggu banyak orang sudah mulai masuk Kota Tasikmalaya," ujarnya.

Pihaknya juga turut meminta agar sosialisasi tetap digalakkan, kemudian Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang ada Kecamatan dan Kelurahan terus dilakukan contohnya dengan woro-woro dalam memberikan informasi kepada masyarakat dan juga sosialisasi agar mereka bisa benar-benar menjaga prokesnya. Sementara itu, terkait presentase vaksin hingga saat ini masih berada dibawah dan belum memenuhi target.

"Mungkin besok atau lusa yang akan datang kita akan ada vaksin massal, sehingga kita tinggal mencari tempat-tempat yang memang cukup untuk pelaksanaannya sambil dijaga juga prokesnya. Vaksin ini distribusinya tidak selalu ada, terkadang kita sudah masuk namun vaksinnya habis maka harus menunggu terlebih dahulu tapi target tetap ada namun belum tercapai karena memang pengadaan vaksinnya terbatas," tuturnya.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait