Polisi Sesalkan Keputusan Hakim Batal Vonis Hukuman Mati Bandar Sabu

Rabu, 30 Juni 2021 09:14 Eris Kuswara Nasional

Polisi Sesalkan Keputusan Hakim Batal Vonis Hukuman Mati Bandar Sabu

 

 

Koropak.co.id - Baru-baru ini, pada peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) Tahun 2021, hakim membatalkan vonis hukuman mati bandar narkoba jenis sabu-sabu seberat 402 kilogram. Diketahui, terpidana kasus narkoba tersebut menyelundupkan barang haram itu ke Indonesia melalui Sukabumi, Jawa Barat dan berhasil digagalkan Tim Satgas Merah Putih pada 3 Juni 2020 lalu. Imbasnya, keputusan hakim ini pun disesalkan Polres Metro Jakarta Selatan.

"Pembatalan tuntutan hukuman mati terhadap bandar besar narkoba ini tentunya telah melukai rasa keadilan masyarakat. Terlebih lagi, pada saat momentum peringatan HANI 2021 yang bertentangan dengan semangat dalam memberantas barang haram itu," kata Kasat Narkoba Polres Jakarta Selatan, Kompol Wadi Sa'bani sebagaimana dihimpun Koropak, Rabu (30/6/2021).

Diketahui sebelumnya, penyelundupan sabu-sabu seberat 402 kilogram ke Indonesia melalui Sukabumi, Jawa Barat berhasil digagalkan Satgas Merah Putih pada 3 Juni 2020. Narkotika golongan I itu sendiri diselundupkan oleh jaringan internasional dengan dikemas mirip sebuah bola. Tercatat, sebanyak 14 warga negara Iran, Pakistan dan Indonesia pun berhasil dibekuk petugas.

 

Baca : Polda Aceh Berhasil Ungkap Peredaran Narkotika Jaringan Internasional

Akibat perbuatannya, Pengadilan Negeri Cibadak pun kemudian memvonis 13 dari 14 terdakwa dengan hukuman mati. Namun baru-baru ini, Pengadilan Tinggi (PT) Bandung meloloskan enam dari 13 terpidana kasus sabu 402 kilogram dari hukuman mati menjadi kisaran hukuman 15 hingga 18 tahun penjara.

Tidak hanya di Bandung, Pengadilan Tinggi (PT) Banten juga ternyata turut menganulir hukuman mati dari dua terpidana yakni Bashir Ahmed dan Adel menjadi hukuman 20 tahun penjara. Diketahui, keduanya terjerat kepemilikan sabu-sabu seberat 821 kilogram yang dikirim dari Iran melalui perairan Tanjung Lesung, Banten Selatan.

Bashir Ahmed bin Muhammad Umear sendiri merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan dan Adel bin Saeed Yaslam Awadh merupakan WNA asal Yaman.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait