Tinjau Pelayanan Pasien Covid-19, Bupati Garut Akan Berkantor di RSUD dr Slamet

Rabu, 14 Juli 2021 14:41 Eris Kuswara Daerah

Tinjau Pelayanan Pasien Covid-19, Bupati Garut Akan Berkantor di RSUD dr Slamet

 

 

Koropak.co.id - Bupati Garut Rudy Gunawan berencana untuk berkantor di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Kabupaten Garut. Diketahui alasan Bupati Garut berkantor disana karena dia ingin mengawasi secara langsung bagaimana pelayanan pasien Covid-19 di rumah sakit tersebut

Rudy mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut akan terus berupaya secara maksimal dalam penanganan Covid-19. Dengan demikian pihaknya pun berharap masyarakat bisa mendapatkan penanganan medis dengan optimal. Dia sendiri berencana akan berkantor di RSUD dr Slamet dikarenakan mendapatkan sejumlah keluhan terkait pelayanan di fasilitas kesehatan itu.

"Jika ada hal-hal yang menghambat orang untuk masuk ke RSUD dengan alasan belum siap, dengan alasan kenapa tidak konfirmasi dulu, orang darurat harus konfirmasi dulu, tentunya saya berharap RSUD bisa memperbaiki diri," kata Rudy sebagaimana dihimpun Koropak, Rabu (14/7/2021).

 

Baca : Puluhan Warga Binaan di Rutan Garut Terpapar Covid-19

Ia menuturkan bahwa RSUD dr Slamet merupakan salah satu rumah sakit rujukan khusus pasien Covid-19. Oleh karena itu, Rudy pun sangat berharap agar manajemen rumah sakit bisa terus melakukan perbaikan agar semua pasien terlayani dengan baik, tertolong, bahkan keluar dari masa kritisnya,"Jangan sampai ada pasien yang darurat dan sekali lagi meninggal di mobil di depan RSUD," ucapnya.

Menurutnya, petugas di RSUD dr Slamet Garut juga harus bergerak cepat pada saat pasien Covid-19 datang dengan langsung melakukan penanganan medis awal sesuai dengan kondisinya. Karena segala sesuatu menurutnya harus dilakukan sebagai upaya untuk menyelamatkan masyarakat. Kedepannya, pihaknya berharap jangan sampai ada lagi masyarakat, khususnya pasien Covid-19, yang mengeluhkan pelayanan kesehatan. Karena hal yang selama ini dikeluhkan adalah pasien Covid-19 yakni harus menunggu beberapa hari untuk bisa dilayani intensif di RSUD dr Slamet.

"Saya tidak mau lagi ada keluhan-keluhan dari puskesmas harus menunggu tiga hingga empat hari. Di luar itu, saya pun berterima kasih kepada jajaran 67 puskesmas yang terus melakukan langkah-langkah kemanusiaan dengan melakukan tracing, testing, melaporkan dengan antigen dan tentu melakukan perawatan isolasi mandiri," tuturnya.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait