Bupati Garut Berencana Berikan Bansos Bagi Pegawai Hotel dan Resto

Sabtu, 24 Juli 2021 13:57 Eris Kuswara Daerah

Bupati Garut Berencana Berikan Bansos Bagi Pegawai Hotel dan Resto

 

 

Koropak.co.id - Diketahui bahwa aksi pengibaran bendera putih yang dilakukan oleh puluhan hotel dan resto di Kabupaten Garut akhirnya berbuah bantuan dari pemerintah daerah Kabupaten Garut. Bahkan diketahui bahwa Bupati Garut, Rudy Gunawan berencana akan memberikan bantuan sosial (bansos) kepada para pegawai hotel dan resto tersebut.

Pihaknya menyebutkan bahwa pemerintah daerah Kabupaten Garut tentunya akan memberikan bantuan sosial berupa uang tunai kepada para pegawai hotel dan resto di Kabupaten Garut. Sementara itu, untuk jumlah bantuan yang akan diberikan kepada mereka adalah sebesar Rp 250 ribu. Itu pun diberikan kepada mereka yang gajinya di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK).

"Bansos bagi karyawan hotel yang gajinya di bawah UMK, masing-masing mereka akan mendapatkan Rp 250 ribu hanya untuk satu kali ini saja. Selain itu, kita juga hanya akan memberikan bantuan bagi para pegawai yang aktif dan terdaftar dari PHRI Garut," kata Rudy, sebagaimana dihimpun Koropak, Sabtu (24/7/2021).

 

Baca : Tinjau Pelayanan Pasien Covid-19, Bupati Garut Akan Berkantor di RSUD dr Slamet

Selain itu, Rudy juga turut mengatakan bahwa ada permintaan lain dari pengurus saat dirinya duduk bersama Perhimpunan Hotel dan restoran Indonesia (PHRI) Garut. Diketahui permintaan tersebut adalah stimulus dispensasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan terkait tarif daya listrik. Menyikapi permintaan itu, maka pihaknya pun mengaku akan lebih dahulu melakukan kajian terkait dispensasi PBB.

"Setelah dilakukan kajian, jika memungkinkan untuk dilakukan, maka bisa saja dilakukan. Sementara itu, dengan adanya bantuan sosial kepada para karyawan hotel dan resto di Kabupaten Garut ini tentunya akan membuat sejumlah karyawan toko meradang merasa tidak diperhatikan. Terlebih lagi selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat mereka dipaksa dirumahkan karena masuk dalam usana nonesensial," ucapnya.

Salah seorang Karyawab Toko Oleh-Oleh, Nurhayati (23) mengaku sedih padahal toko tempat dirinya bekerja yang ditutup, namun karyawan hotel yang tempat kerjanya boleh buka bahkan dapat bantuannya. Selain itu, gaji mereka juga meskipun di bawah UMK, namun pastinya tetap lebih besar jika dibandingkan dengan dirinya.

"Para karyawan hotel dan resto itu seharusnya tidak mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Yang seharusnya membantu para karyawannya itu adalah para pemilik hotel dan restorannya. Masa iya pemilik hotel dan resto sudah sampai semiskin itu. Mereka pastinya masih punya kendaraan bagus dan banyak juga kayaknya. Jadi kapan nih Pak Bupati mau ngasih bantuan ke karyawan toko? Kita tutup loh selama PPKM darurat," katanya.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait