Polisi Tangkap Dua Komplotan Mata Elang yang Kerap Beroperasi di Cileungsi Bogor

Minggu, 25 Juli 2021 07:02 Eris Kuswara Nasional

Polisi Tangkap Dua Komplotan Mata Elang yang Kerap Beroperasi di Cileungsi Bogor

 

 

Koropak.co.id - Baru-baru ini, Polres Bogor, berhasil menangkap dua komplotan mata elang (matel) yang kerap beroperasi di kawasan Cileungsi Bogor. Kapolres Bogor, AKBP Harun pun mengungkapkan bahwa komplotan tersebut kerap beraksi dengan menggunakan modus sebagai debt collector dari sebuah leasing kemudian meminta korbannya untuk menyerahkan sepeda motor miliknya.

"Mereka menggiring korbannya hingga ke dekat sebuah kantor leasing. Selanjutnya korbannya pun saat itu diminta tanda tangan berita acara penarikan kendaraan di atas blanko kosong," kata Harun, sebagaimana dihimpun Koropak, Minggu (25/7/2021).

Ia menambahkan, diketahui para pelaku mengincar mangsa yakni anak-anak remaja yang dirasakan lemah dalam pengetahuan hukum. Karena pasalnya, penarikan kendaraan di jalan raya sendiri itu dilarang,"Biasanya yang jadi incaran itu para remaja. Setelah tanda tangan, motor pun kemudian akan dibawa oleh tersangka yang berjumlah empat orang. Untuk modusnya biasa dipepet dahulu terus diberhentikan," ucapnya.

 

Baca : Viral, Debt Collector di Tasikmalaya Dihajar Massa

Pihaknya menuturkan, tercatat, keempat tersangka yang melakukan aksi ini berinisial ST, DS, JHM dan TSM. Namun, salah seorang tersangka, yakni berinisial ST hingga kini masih masih dalam pengejaran dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO),"Setelah mendapatkan sepeda motor incarannya, mereka pun langsung menggadaikannya kepada seseorang yang biasa disebut pak haji senilai Rp 1,5 juta. Kemudian setelah itu hasilnya dibagi berempat," ujarnya.

Sementara itu, pihaknya menjelaskan bahwa satu pelaku lainnya dari komplotan yang berbeda, berinisial R pun berhasil diciduk polisi,"Pada awalnya dia menolak dan tidak mengakui perbuatannya. Namun, atas dasar rekaman CCTV saat pengambilan motor dan atribut yang dikenakan pelaku, pada akhirnya kita amankan. Untuk yang kedua ini, jumlahnya ada enam tersangka. Namun lima orang masih DPO," tuturnya.

Selain itu, untuk keempat matel yang berhasil diamankan pihak kepolisian itupun kini dijerat dengan Pasal 368 KUHP yakni tindak perampasan, penipuan dan penggelapan dengan ancaman sembilan tahun penjara.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait