Nilai Komunikasi Penanganan Covid-19 Buruk, SMSI Ingatkan Kemenkominfo

Sabtu, 07 Agustus 2021 07:29 Eris Kuswara Nasional

Nilai Komunikasi Penanganan Covid-19 Buruk, SMSI Ingatkan Kemenkominfo

 

 

Koropak.co.id - Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus optimistis tingkat kepercayaan publik terhadap hasil kerja Presiden RI, Ir H Joko Widodo atau Jokowi akan kembali pulih khususnya dalam kerangka penanganan Covid-19 yang bermuara pada pemulihan ekonomi. Tentunya ini juga dengan sejumlah catatan yang melandasinya.

"Kerangka pertama adalah dengan memfokuskan komunikasi pada satu pintu dan tidak lagi menggunakan banyak pintu, sehingga pesan dan kebijakan yang ditetapkan Presiden Jokowi sampai dan tidak menimbulkan kegamangan dan berpotensi memunculkan polemik di masyarakat. Sebenarnya, pintu komunikasi paling strategis itu yakni melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)," kata Firdaus.

Ia menambahkan, namun Sayangnya hingga saat ini, Kominfo tidak memainkan peran tersebut. Selain itu, tidak ada capaian maksimal yang dirasakan masyarakat dengan hadirnya Kemenkominfo. Karena, direct message dari Istana juga tidak sampai ke publik. Kemudian misalnya untuk urusan data sebaran Covid-19 di daerah hingga jumlah pasien yang terkontaminasi semua bertumpu pada BNPB. Padahal, beban dan tugas BNPB itu bukan pada urusan menyebarkan data terlebih lagi informasi.

"BNPB itu lebih pada proses penanganan kebencanaan, meskipun kini Covid-19 juga masuk dalam urgensi kerja BNPB. Selain itu, hingga saat ini, dari seribu lebih media yang tergabung di SMSI, satupun juga belum ada yang tersentuh. Ini mungkin karena beratnya tugas BNPB. Setelah BNPB, tugas yang berat dari sisi komunikasi juga kini ada di pundak Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Fakta ini tentunya begitu kasat mata apabila dilihat dari pola kerja yang dilakukan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin," ucapnya.

Pihaknya menuturkan, Menkes hampir setiap hari turun ke lapangan melakukan cross check information di daerah, baik yang berkaitan dengan program vaksinasi, hingga pengendalian wabah. Lihat saja urusan penanganan dan informasi sebaran vaksin sampai obat. Semua informasi itu tertuju di Kemenkes dan BNPB. Dengan demikian artinya, Kemenkominfo tidak akan mampu menjawab semua yang dibutuhan publik khususnya terkait informasi data. Dia pun menilai, fungsi komunikasinya Kemenkominfo berada dibawah kendali Menteri Johnny G. Plate tidak berjalan dan sangat jauh dari harapan.

 

Baca : Buntut Kasus Penembakan Wartawan, SMSI Temui Wakil Ketua MPR-RI

”Jangankan soal data sebaran wabah dan urusan informasi vaksin dan kebijakan yang dikeluarkan Presiden, untuk urusan bagaimana caranya menyampaikan manfaat dari kebijakan PPKM saja, nyaris semua media itu terfokus pada informasi yang disajikan BNPB atau Kemenkes. Bukan pada Kemenkominfo yang seharusnya bisa menyampaikan pesan ini. Sehingga wajar saja, jika hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 20 hingga 25 Juni 2021 lalu, menunjukan angka-angka demikian," ujarnya.

Oleh karena itulah, kata Firdaus, kepercayaan terhadap Presiden Jokowi terkoyak dikarenakan komando komunikasi tidak berjalan. Selain itu, Data LSI juga sudah jelas terpampang. Maka wajar juga, jika Presiden harus segera mengganti Johnny G. Plate dari kursi menteri dengan mencari sosok yang ideal dan mampu bekerja sesuai dengan fungsi dan kedudukannya. Hal itu dikarenakan sudah sangat jelas pola kerja Kemenkominfo saat ini tidak dirasakan. Jika fakta-fakta ini dibiarkan, tentunya hal itu akan berdampak pada kinerja Presiden Jokowi.

"Kegamangan di masyarakat terhadap langkah kinerja Presiden pun tidak terlihat dan dirasakan. Sementara akar persoalan nasional terkait naiknya angka pengangguran, kemiskinan dan buruknya sisi kesehatan terus menjadi ’hantu’ di republik ini. Intinya jika ini dibiarkan berlarut-larut maka dampaknya akan terus meluas. Komunikasi dalam penanganan wabah akan terus memburuk, publik resah hingga akhirnya, berita-berita negatif begitu deras berselancar di ponsel masyarakat," katanya.

Karena pola komunikasi dan informasi tidak searah, maka Kemenkominfo tidak bisa memainkan peran strategisnya. Sementara itu, untuk faktor kedua, Kemenkominfo harus mampu memainkan perannya sebagai jembatan penghubung dengan menggandeng lembaga atau asosiasi media, tokoh publik, tokoh agama. Baik itu di nasional dan daerah dalam menyampaikan pesan-pesan Pemerintah Pusat yang diharapkan berimplikasi positif di masyarakat.

”Pola kerja dalam menggandeng media dan tokoh publik saja tidak terlihat dilakukan Kemenkominfo. Johnny G. Plate tampak lebih asyik bermain sendiri dengan konsep kerjanya. Jujur saja kami kecewa, Kemenkominfo tidak bisa berbuat banyak terhadap kondisi saat ini. Sebagai serikat media, SMSI hanya mengingatkan dengan memberikan warning kepada Kemenkominfo untuk lebih lunak dan fleksibel dalam membuat terobosan dalam sisi komunikasi sebagai upaya membantu pemulihan kondisi bangsa," tuturnya.

Pihaknya pun berharap Johnny G. Plate sadar dengan kondisi dan fakta-fakta saat ini. Selain itu, harus sadar pula bahwa Kementerian dibawah komandonya belum bisa berbuat banyak, dikarenakan sisi komunikasi tidak berjalan dengan baik. Semoga saja Presiden Jokowi juga bisa memaknai kritik ini sebagai landasan dan semoga Indonesia lekas sembuh.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait