Berbincang dengan Sri, Single Parent yang Jualan Gorengan Keliling

Kamis, 09 September 2021 09:18 Eris Kuswara Daerah

Berbincang dengan Sri, Single Parent yang Jualan Gorengan Keliling

 

Koropak.co.id - Gagal dalam urusan asmara membuat perempuan yang satu ini memiliki tekad baja. Siap menjadi seorang single parent yang tangguh, membesarkan dua anak hingga sukses kelak.

Bukan perkara mengeluh yang diperlihatkan Sri Widani (41). Justru, ibu dua anak ini memperlihatkan semangat. Meski harus keliling komplek berjalan kaki menjajakan gorengan.

Koropak berkesempatan berbincang dengan Sri, Rabu (8/9/2021), tak jauh dari tempat tinggalnya, di Kampung Sukamulya Kelurahan Sukamulya Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Saat berbincang, Sri baru selesai berjualan gorengan.

Saat bertemu Sri hari sudah siang. Kedua tangannya menenteng dua keranjang yang sudah kosong. Pada pagi tadi, bawaannya lebih banyak. Selain bawa keranjang yang ukurannya lumayan besar itu, dia juga harus menenteng kantong kresek yang berisi aneka gorengan.

"Jualan gorengan keliling mah sejak tahun 2017. Sebelumnya jualan pakaian dan kerudung. Bekerja di cafe juga pernah," ungkap Sri memulai obrolan.

Karir Sri sebenarnya lebih lama di tempat yang disebutkan terakhir tadi, cafe. Ia menjadi karyawan pada sebuah warung kopi di sekitar obyek wisata Kolam Renang Mutiara Aboh Tasikmalaya. "Enam tahun disana," imbuhnya.

Namun kini, berjualan gorengan keliling lebih nyaman dijalani. Ia dipercaya menjual gorengan yang dibuat oleh orang lain. Agar barang dagangannya banyak, dia mengambil aneka gorengan dari dua orang warga sekitar.

"Buat sendiri tidak ada modalnya, jadi saya mengambil saja dari orang lain," katanya.

 

Baca : Cerita Mang Oyon Jualan Es Cincau Sejak Harga Selawe Hingga Noceng

Ia membeberkan keuntungan. Si pembuat gorengan mematok harga Rp 800, lalu Sri menjual lagi dengan harga Rp 1.000. Ada selisih Rp 200 untuk setiap gorengan yang berhasil dia jual.

Sri masih bersyukur. Pendapatannya dalam sehari, paling besar bisa dapat duit Rp 30 ribu. Memang masih kurang jika harus memenuhi semua kebutuhannya, termasuk membesarkan dua anaknya yang sudah beranjak remaja.

Nama anak Sri yang pertama adalah Delia Susilawati, sudah 2 tahun lulus Madrasah Aliyah (MA). "Belum bekerja, udah dua tahun lulus sekolah," katanya.

Anak kedua bernama Muhammad Fahri, saat ini sudah kelas 2 di di SMPN 16 Tasikmalaya. Nah, untuk anak kedua ini dia tak berhenti mengucap hamdalah lantaran dapat program keluarga harapan (PKH) dari pemerintah sebesar Rp 375.000.

Untuk menambah pemasukan, Sri harus memutar otak dan otot lebih keras. Jam kerja untuk berjualannya sudah ditambah ekstra. Termasuk menjajakan barang lain yang sekiranya berpotensi didagangkan.

Tentunya hal itu dirasa sangat tidak cukup untuk kebutuhannya sehari-hari. Sehingga dia pun harus pintar dalam mengatur keuangannya agar bisa mencukupi kebutuhannya tersebut.

"Saya mulai mengambil gorengan pukul 06.00 WIB, menyetorkan hasil dagangan pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB," ujarnya.

Dijawab tentang asmara, Sri tersenyum getir. Senyuman yang sungguh membawa luka. Sedikit dia mengungkap, dirinya berpisah dengan suami sejak 4 tahun lalu. Mirisnya, mantan suaminya itu dinilai tidak bertanggungjawab.

"Terkadang saya suka merasa kasian dengan anak, karena mereka menjadi korban dari perpisahan kedua orangtuanya. Tapi itu semua sudah jadi takdir, jadi saya berusaha menjalaninya dengan tetap tegar membesarkan keduanya sendirian," katanya.*


Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait