Harapan Buruh Tani Setelah H M Yusuf Dilantik

Minggu, 12 September 2021 18:15 Sopyan Saori Daerah

Harapan Buruh Tani Setelah H M Yusuf Dilantik

 

Koropak.co.id - Ada harapan dari para buruh dan aktivis pertanian Kota Tasikmalaya atas dilantiknya H.M Yusuf sebagai Wali Kota Tasikmalaya definitif. Kepemilikan lahan, pemerataan program hingga jaminan sosial bagi buruh tani jadi fokus pembicaraan para aktivis pertanian.

"Sebelumnya, selamat atas dilantiknya H Muhammad Yusuf sebagai wali kota definitif, mudah mudahan ada harapan bagi para petani," terang Andi Lala, aktivis pemuda tani yang juga Ketua DPC HKTI Kota Tasikmalaya, kepada koropak, Sabtu (11/9/2021).

Andi mengungkapkan, di Tasikmalaya masih banyak buruh tani sebagai petani penggarap yang artinya mereka hanya bekerja sebagai buruh tani untuk menggarap lahan milik orang lain. Ada dengan sistem bagi dua atau buruh lepas.

 

Baca : HKTI Kota Tasikmalaya Siap Perjuangkan Hak dan Martabat Kaum Petani

"Keberadaan buruh tani tersebut belum mendapat perhatian serius dari pemangku kebijakan. Adapun bantuan itu masuknya lewat kelompok kelompok tani, atau para pengusaha atas nama kelompok tani," tambah Andi.

Terlebih lanjut Andi, meski statusnya sebagai pekerja di lahan orang lain, para buruh tani tersebut tidak seperti profesi lainnya yang memiliki jaminan sosial yang pasti. Tidak seperti buruh pabrik, pegawai swasta dan lainnya yang memiliki jaminan sosial yang pasti.

Ia mengungkapkan, profesi petani ini belum memiliki jaminan sosial seperti profesi lainnya. Seperti buruh pabrik, guru honorer dan karyawan lainnnya yang sebagian besar sudah memilikinya. Sementara buruh tani berbeda.

"Jangankan mendapatkan jaminan sosial, di KTP pun tidak ada profesi buruh tani, yang ada buruh harian lepas. Nah dengan dilantiknya HM. Yusuf, mudah-mudahan bisa memperhatikan nasib buruh tani, khususnya jaminan sosialnya," ujar Andi.

Selain itu, Andi juga berharap dikepemimpinan Yusuf sebagai wali kota sisa masa jabatan 2017-2022 ini, bisa mengatur dalam pemerataan program agar tidak tertumpu pada satu daerah.

"Sudah pada mafhum, ada penumpukan penerima anggaran untuk satu wilayah tertentu. Nah, mudah mudahan di kepemimpinannya hal itu tidak terjadi lagi. Setiap wilayah di Kota Tasikmalaya memiliki potensi pertanian, mudah mudahan ada pemerataan anggaran," tandasnya.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait