Gara-gara Segelas Kopi, Tukang Cukur Dianiaya Hingga Kelingkingnya Putus

Minggu, 12 September 2021 22:46 Eris Kuswara Daerah

Gara-gara Segelas Kopi, Tukang Cukur Dianiaya Hingga Kelingkingnya Putus

 

Koropak.co.id - Seorang tukang cukur rambut bernama Agus Supriadi (34), warga Sukamaju Kaler Indihiang Kota Tasikmalaya, harus mengerang kesakitan lantaran jari kelingkingnya putus dan sejumlah luka-luka lainnya yang cukup parah. Sebabnya sepele, gara-gara segelas kopi.

Ceritanya begini. Pada hari Jumat (11/9/2021) sore, Agus yang membuka praktik pangkas rambutnya di Terminal Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya didatangi seorang pemuda yang sedang mabuk. Pemuda itu meminta kopi kepada Agus.

Seorang saksi mata, Ujang mengungkapkan, kejadian itu bermula saat pemabuk tadi tiba-tiba mendatangi Agus yang tengah berada di dalam tempat praktiknya. Si pemuda pemabuk itu langsung memecahkan kaca dan berteriak tidak jelas.

"Katanya pelaku kesal karena korban tidak memberinya segelas kopi," kata Ujang, di kantor Polsek Rajapolah, Sabtu (11/9/2021).

Mendapati pemuda pemabuk yang tiba-tiba menyerang tempat usahanya itu, Agus tak tinggal diam. Ia yang kondisi antara shock dan takut tak terima. Agus membela diri tapi dengan tangan kosong.

Ujang mengatakan, saat itu pelaku membawa senjata tajam jenis parang. Agus berhasil menangkis dengan tangan kanannya. Nahas, tangan Agus yang jadi sasaran.

 

Baca : Antisipasi Meningkatnya Kematian Akibat Covid-19, Polsek Rajapolah Bikin Peti Jenazah

Karena Agus tidak berdaya, pemuda mabuk itu cukup leluasa melakukan penganiayaan. Agus terluka. Jari kelingking kanannya putus. Tidak hanya itu, Agus juga mengalami luka 46 jahitan di pergelangan tangannya.

Kapolsek Rajapolah AKP Dede Darmawan membenarkan kejadian tersebut. Insiden ini tersebut terjadi pada Jumat sekitar pukul 15.00 WIB.

"Pelaku sudah Kami amankan di Mapolsek Rajapolah beserta dengan barang buktinya. Sementara korban sendiri mengalami luka berat dan harus mendapat perawatan di Puskesmas Rajapolah," katanya, Sabtu (11/9).

Pelaku penganiayaan, kata Kapolsek, diketahui bernama Erik (35) warga Kampung Babakan Bebedahan RT/RW 02/01 Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya.

Kini Erik dijerat pasal 351 ayat (2) KUHP. Gara-gara segelas kopi, pemuda ini terancaman hukuman 5 tahun penjara.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait