Pesona Gending Karesmen Kota Tasikmalaya yang Tak Pernah Pudar

Minggu, 26 September 2021 19:25 Eris Kuswara Daerah

Pesona Gending Karesmen Kota Tasikmalaya yang Tak Pernah Pudar

 

Koropak.co.id - Pementasan Gending Karesmen "Prabudilaya" mengingatkan khalayak Tasikmalaya bahwasannya Kota ini, memiliki potensi seni yang sangat luar biasa. Dulu, Gending Karesmen begitu fenomenal di Kota ini.

Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya, Bode Riswandi menilai Gending Karesmen Prabudilaya merupakan pertunjukan luar biasa yang berhasil ditampilkan Rumpun Karawitan semenjak Kibar Budaya pertama dan kepengurusan pertama hingga sekarang.

Seperti diketahui, pada Sabtu (25/9/2021) malam, di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya (GKKT), Rumpun Seni Karawitan Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) sukses menggelar Pementasan Gending Karesmen "Prabudilaya."

"Rumpun Karawitan berhasil memperlihatkan penampilan yang khas dan luar biasa. Artinya mereka berhasil membawa konsep yang baru yakni Gending Karesmen dengan memadukan antara karawitan, gerak dan laku. Gerak dan laku ini jelas adalah kolaborasi antara musik dan teater," tutur Bode saat berbincang dengan Koropak selepas pementasan, Sabtu (26/9) malam.

Ia mengatakan, Gending Karesmen yang dipentaskan hari ini adalah untuk mengenang kembali Gending Karesmen yang dulu fenomenal di Kota Tasikmalaya yang dilaksanakan puluhan tahun silam yakni "Galunggung Ngadeg Tumenggung" yang bahkan sudah pernah dimainkan di Istana Presiden waktu itu.

"Jadi pementasan hari ini semacam romantisisme bagi pelajar, masyarakat umum disaat pandemi seperti ini kehausan untuk mengapresiasi itu semakin tinggi. Semoga penampilan dari Rumpun Karawitan tadi bisa mengobati rasa haus dahaga akan pertunjukan selama pandemi," tambahnya.

Bode menjelaskan, pertunjukan yang ditampil Rumpun Karawitan hari ini merupakan pertunjukan ketujuh dari rangkaian Kibar Budaya Jilid 6. Selain itu, untuk tahun ini seperti yang sudah dibahas dalam rapat kerja, pihaknya memastikan bahwa pertunjukan yang digelar itu menggunakan hybrid.

"Jadi ada yang live secara virtual dan ada juga secara luring. Alhamdulillah dikarenakan pandemi melandai, kali ini kami mempertunjukannya secara luring dengan tetap memperketat protokol kesehatan. Kegiatan ini tentunya boleh dipublikasikan karena kami juga tak melanggar apapun justru kami disini ingin memberi contoh bahwa di masa pandemi kreativitas tidak boleh surut dan tetap harus bergelora," jelasnya.

Setelah Rumpun Karawitan, Ucap Bode, di akhir bulan September 2021, selanjutnya akan diisi pentas varian kegiatan dari Rumpun Pertunjukan Rakyat di Bukit Nangela Kawalu yang nantinya pertunjukkan itu hadir di tengah masyarakat secara langsung. Kemudian di awal Oktober 2021, ada kegiatan dari Rumpun Musik dan Anugerah Budaya termasuk launching Buku Ensiklopedia Kesenian Kota Tasikmalaya.

"Terkait masalah Gedung Kesenian, tentunya optimalisasi itu harus dilakukan secara bertahap dan kami berkewajiban memberitahukan hal itu kepada pihak terkait. Kemarin baru selesai renovasi kami mengucapkan terima kasih bahwa panggung dan beberapa hal sudah diperbaiki. Mungkin karena keterbatasan anggaran jadi belum maksimal, kami memaklumi," ucapnya.

 

Baca : DKKT Siap Suguhkan Gending Karesmen Prabudilaya

Di tempat sama, Ketua sekaligus Koordinator Rumpun Seni Karawitan DKKT, Deuis Siti Umayah menjelaskan dalam pertunjukan Gending Karesmen Prabudilaya kali ini, pihaknya ingin mengangkat Kota Tasikmalaya. Karena cerita ini juga merupakan cikal bakal dari Kota Tasikmalaya.

"Seperti yang kita tau di Ciamis ada Ciung Wanara, Lutung Kasarung serta berbagai kekayaan yang dimiliki. Kemudian di Bandung ada Sangkuriang. Jadi kenapa kita tidak coba juga di Tasik, dan kita memulainya dengan Prabudilaya," jelas Deuis.

Deuis mengatakan, pihaknya serius mengembangkan seni tradisi yang merupakan kekayaan budaya Kota Tasikmalaya ini. "Insyaallah, kita akan bersinergi kembali dengan rumpun yang lain untuk bisa mengangkat cerita Wira Dadaha. Semoga tahun depan terwujud," katanya.

Istri Wali Kota Tasikmalaya, Hj Rukmini Yusuf Affandi, yang hadir dalam pementasan Gending Karesmen ini mengaku sangat terkesan dengan Gending Karesmen atau opera Sunda ini.

"Saya berharap semoga ini bisa menjadi pemicu semangat bagi para seniman untuk tetap berinovasi," kata Hj Rukmini selepas pementasan Gending Karesemen Prabudilaya, Sabtu (25/9).

Ia menyaksikan alur pementasan ini. Sebagai wanita berdarah seni, tentunya Rukmini sangat menikmati acara tersebut. "Saya juga berharap ada kelanjutannya yang lebih seru lagi dan bisa dipentaskan di outdoor. Agar nantinya bisa di saksikan oleh semua masyafakat," katanya.


Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini