Polisi Ringkus Pembuat dan Pengedar Uang Palsu di Tasikmalaya

Rabu, 06 Oktober 2021 18:52 Eris Kuswara Daerah

Polisi Ringkus Pembuat dan Pengedar Uang Palsu di Tasikmalaya

 

Koropak.co.id - Kerjasama dengan Polsek Kadipaten, Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota berhasil menciduk Pembuat dan Pengedar Uang Palsu di Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu, 6 Oktober 2021.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan menjelaskan, pengungkapan kasus pembuat dan pengedar uang ini berawal dari laporan masyarakat, yakni pemilik sebuah warung di Kampung Cipanas Kecamatan Kadipaten.

Pemilik warung, kata Kapolres, melaporkan adanya dugaan peredaran uang palsu dengan pecahan Rp 50 ribu dari 2 orang konsumen yang membeli sebungkus rokok di warung tersebut.

"Alhamdulillah hari ini kami berhasil mengamankan 2 orang pelaku berinisial HS dan AP. Keduanya merupakan tersangka pengedar dan pembuat uang palsu," katanya kepada awak media dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Mapolres Tasikmalaya Kota, Rabu (6/10).

Dalam kasus ini, sambung Aszhari, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang palsu sebanyak 214 lembar pecahan Rp 50 ribu dengan jumlah senilai Rp 10,7 juta beserta berbagai alat untuk mencetak uang palsu seperti printer, gunting, cutter, mesin laminating dan lainnya.

 

Baca : Polisi Ringkus Pembobol Minimarket di Tamansari Tasikmalaya

"Kami juga turut mengamankan uang asli dari kedua tersangka sebesar Rp 1,1 juta," imbuhnya.

Modus operandi pelaku adalah dengan membuat atau mencetak serta membelanjakan uang palsu nominal Rp 50 ribu untuk membeli rokok di warung-warung kecil pinggir jalan.
Kemudian setelah itu, keuntungan yang mereka dapatkan dari mengedarkan uang palsu itu digunakan untuk keperluan sehari-hari dan membayar hutang yang dimilikinya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya, Darjana mengapresiasi Pengungkapan Pembuatan dan Pengedaran Uang Palsu di Wilayah Hukum Kota Tasikmalaya.

“Kita semua merupakan kolaborasi yang baik. Berawal dari laporan masyarakat dan respon cepat dari pihak kepolisian," ujarnya, Rabu 6 Oktober 2021.

Darjana menyebut, berkat kolaborasi yang baik ini terungkap bahwa pembuatan dan pengedaran uang palsu sebanyak 214 Lembar dengan Pecahan Rp 50 ribu dan jumlah totalnya Rp 10,7 juta yang tingkat kemiripannya 50 persen dari uang asli.

Akibat perbuatannya, para pelaku pun dijerat dengan Pasal 36 ayat (1), (2), (3) Juncto pasal 26 ayat (1), (2), (3) dan atau pasal 37 ayat (2) juncto 27 ayat (2) Undang- Undang Nomor 07 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan Ancaman Penjara selama-Lamanya 15 tahun penjara.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait