Ini Tiga Alasan Masih Banyak Masyarakat yang Menolak Vaksinasi Covid-19

Kamis, 14 Oktober 2021 11:18 Eris Kuswara Nasional

Ini Tiga Alasan Masih Banyak Masyarakat yang Menolak Vaksinasi Covid-19

 

Koropak.co.id - Harus diakui, hingga saat ini, masih ada saja warga masyarakat yang menolak untuk melakukan vaksinasi Covid-19.

Setelah ditelusuri, ternyata ada tiga alasan yang mendasari penolakan masyarakat untuk di vaksin Covid-19.

Ketiga alasan tersebut didapat berdasarkan hasil survei yang hingga kini masih terus dilakukan.

Selain itu, survei tersebut juga dilakukan oleh seorang peneliti dari Johns Hopkins Center for Communication Programs (JHCCP).

Disebutkan bahwa survei tersebut dilakukan pada 14 juta responden sejak Mei 2021 melalui media sosial Facebook.

Survei ini juga hingga kini masih terus berjalan dengan data yang terus diperbarui setiap dua minggu.

Tercatat, dari survei yang masih dilakukan hingga saat ini, kelompok umur 55 tahun ke atas masih menjadi kelompok yang paling banyak menolak vaksinasi Covid-19.

Berdasarkan presentase, sekitar 40 persen dari kelompok tersebut, menolak untuk divaksin.

 

Baca : Yuk Vaksinasi, Lebih Dekat dengan Aplikasi PeduliLindungi

Sementara itu, untuk alasan pertama mereka menolak divaksin adalah karena ragu dengan keamanan vaksin.

Kemudian juga memang sengaja menunggu, khawatir terhadap biaya yang dikeluarkan, alasan agama hingga merasa yakin bahwa dirinya tidak membutuhkan vaksin.

"Kira-kira sebanyak 49 persen mereka beralasan cemas tentang efek samping dan itu garis tren yang di atas sekali. Selanjutnya sebanyak 37 persen mereka ingin menunggu dan melihat apakah vaksin itu aman," papar Douglas dalam diskusi yang disiarkan LaporCovid-19, sebagaimana dihimpun Koropak, Rabu (13/10/2021).

Ia menambahkan, penyampaian pesan tentunya perlu difokuskan pada keamanan vaksin yang telah terbukti dan efek samping akibat Covid-19 dibandingkan dengan efek samping vaksin yang sangat lebih parah.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait