Pemerintah Mulai Izinkan Pesawat Angkut Penumpang dengan Kapasitas Penuh

Kamis, 21 Oktober 2021 12:11 Eris Kuswara Nasional

Pemerintah Mulai Izinkan Pesawat Angkut Penumpang dengan Kapasitas Penuh

 

Koropak.co.id - Pemerintah berencana akan mengizinkan pesawat untuk mengangkut penumpang dengan kapasitas penuh 100 persen seiring dengan adanya pemberlakuan syarat tes polymerase chain reaction (PCR) bagi penumpang pesawat.

Kebijakan itu turut dibenarkan oleh Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati.

Adita mengatakan bahwa aturan baru tersebut akan dituangkan secara lebih rinci dalam surat edaran (SE) dari pemerintah.

"Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 juga akan memberikan pernyataan terkait kebijakan baru tersebut," katanya sebagaimana dihimpun Koropak, Kamis 21 Oktober 2021.

Diketahui, dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021, pemerintah mewajibkan setiap penumpang perjalanan udara harus membawa hasil tes PCR (H-2) negatif sebagai syarat penerbangan pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Sementara itu, sebelumnya pemerintah sendiri diketahui hanya mewajibkan pelaku perjalanan udara wajib menunjukkan hasil negatif antigen (H-1) sebagai syarat penerbangan.

 

Baca : Tim Gabungan Covid-19 Temukan Banyak Warga Patuh Aturan Karena Razia

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyampaikan, perubahan aturan syarat perjalanan udara dari tes antigen menjadi tes PCR tersebut dikarenakan peningkatan jumlah kapasitas penumpang. Sehingga hal ini diperlukan untuk peningkatan skrining.

"Alasannya adalah prinsip kehati-hatian dan bertahap. Artinya, dengan adanya peningkatan jumlah kapasitas penumpang pesawat, maka perlu ditingkatkan screening-nya agar terdeteksi dan tidak ada yang lolos," jelasnya.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19, Alexander Ginting menambahkan, kebijakan itu diubah untuk mencegah penularan virus corona di saat mobilitas masyarakat mulai meningkat.

"Ini sebagai upaya mencegah penularan di kala mobilitas mulai meningkat," ujarnya.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait