Hari Santri Nasional 2021; Begini Sejarah, Tema dan Filosofinya

Kamis, 21 Oktober 2021 21:51 Eris Kuswara Nasional

Hari Santri Nasional 2021; Begini Sejarah, Tema dan Filosofinya

 

Koropak.co.id - Hari Santri diperingati setiap 22 Oktober. Momentum bagi seluruh anak bangsa mengetahui kiprah santri dalam negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peringatan Hari Santri Tahun 2021 berada dalam suasana berbeda. Di tengah pandemi Covid-19 dan bangsa ini tengah menghadapi banyak problematika.

Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas telah merilis tema dan logo Hari Santri di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jakarta, pada Selasa, 21 September 2021 lalu.

Dikutip dari website kemenag.go.id, Hari Santri tahun 2021 kali ini mengusung tema "Santri Siaga Jiwa dan Raga".

Diketahui, tema Hari Santri tersebut dipilih agar sikap santri Indonesia bisa selalu siap siaga untuk menyerahkan jiwa dan raganya demi membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia dan mewujudkan perdamaian dunia.

“Jadi, Siaga Jiwa Raga menjadi sangat penting di era pandemi Corona Virus Desease (Covid-19) sekarang ini," kata Menag Yaqut Cholil sebagaimana dihimpun Koropak, Kamis 21 Oktober 2021.

Gus Yaqut menjelaskan, santri itu harus tetap disiplin dan tidak boleh lengah dalam melaksanakan protokol kesehatan 5M+1D (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas dan Doa).

"Ini semua demi kepentingan bersama," imbuhnya.

Berbicara mengenai sejarah singkat Hari Santri, dikutip dari website dki.kemenag.go.id, Hari Santri Nasional pertama kali ditetapkan pemerintah melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015.

Keputusan penetapan Hari Santri tersebut juga merujuk pada resolusi jihad yang dicetuskan oleh Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 di Surabaya.

Resolusi jihad itu sendiri dilakukan untuk mencegah kembalinya tentara kolonial Belanda yang mengatasnamakan NICA.

Sementara itu, hari santri ini juga tidak hanya merujuk pada komunitas tertentu, akan tetapi juga merujuk kepada mereka yang dalam tubuhnya mengalir darah Merah Putih dan tarikan napas kehidupannya terpancar kalimat La ilaha illa Allah.

Selain itu, penetapan Hari Santri Nasional ini juga dimaksudkan untuk meneladankan semangat jihad kepada para santri tentang keindonesiaan yang digelorakan oleh para ulama.

 

Baca : Peringatan Hari Santri Nasional, Santri Dihadiahi UU Pesantren

Untuk Filosofi logo Hari Santri pada tahun 2021, memiliki desain warna-warni yang memberikan kesan lebih fresh dan memiliki filosofi yang mendalam.

Pertama, logo Hari Santri menggambarkan posisi sholat, yang menggambarkan bahwa para kaum santri senantiasa berserah diri kepada Tuhan sebagai puncak dari kekuatan jiwa dan raga.

Kedua, ada yang menggambarkan posisi sujud. Sujud sendiri merupakan gambaran ikhtiar dan ketulusan agar pandemi cepat berlalu.

Ketiga, lambang yang menunjukkan dua orang saling menangkupkan tangan, menunjukkan kebersamaan yang memiliki makna bahwa santri selalu berkolaborasi, bersama dalam suka maupun duka.

Keempat, lambang yang menunjukkan simbol semangat merupakan keyakinan kaum santri bahwa dengan semangat dan kerja keras, segala sesuatunya akan tercapai.

Kelima, menunjukkan simbol seseorang yang sedang berbagi, artinya para santri digambarkan sebagai sosok yang suka berbagi untuk sesama, dan berbagi untuk Indonesia.

Sementara untuk warna-warni pada logo Hari Santri 2021 sendiri merupakan gambaran dari luapan semangat dan kolaborasi santri untuk mengabdi kepada negeri dan Ilahi Rabbi.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini