Prangko Bergambar Dubes RI Untuk Ukraina, SMSI : Mendekatkan Hubungan Dua Negara

Jum'at, 22 Oktober 2021 23:17 Agus Mingkail Nasional

Prangko Bergambar Dubes RI Untuk Ukraina, SMSI : Mendekatkan Hubungan Dua Negara

 

Koropak.co.id - Prangko bergambar wajah Duta besar (Dubes) RI untuk Ukraina, Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi baru-baru ini resmi diluncurkan sebagai penghargaan atas jasanya dalam meningkatkan hubungan persahabatan Indonesia-Ukraina.

Prangko yang diluncurkan di Kyiv, Ukraina itu dilakukan oleh Mr. Yuriy Kosenko, Ketua LSM “Ukraine Initiative,” pada resepsi diplomatik dalam rangka perpisahan Dubes RI yang berlangsung di aula KBRI Kyiv pada 16 Oktober 2021.

Selain wajah Dubes RI, juga diabadikan wajah Pahlawan Nasional lndonesia Jenderal Sudirman. Pencetakan perangko ini merupakan cinderamata yang disampaikan oleh Ukraina sebagai penghargaan kepada Pahlawan Nasional Indonesia yang inspiratif di Ukraina.

Pencetakan prangko Dubes RI untuk Ukraina dilakukan sebagai penghargaan atas upaya-upaya Dubes Yuddy Chrisnandi dalam meningkatkan kerjasama Indonesia-Ukraina di berbagai bidang selama 4 tahun 5 bulan.

Siaran pers yang diterima koropak.co.id Kamis (21/10/2021) menyebutkan, pencetakan cinderamata prangko berwajah Dubes RI untuk Ukraina dan wajah Pahlawan Nasional Jenderal Sudirman itu merupakan pertama kalinya dilakukan pihak Ukraina.

 

Baca : Perkokoh Bilateral Indonesia-Ukraina, SMSI Apresiasi Dubes Yuddy

Menyikapi hal ini, Ketua Bidang Luar Negeri Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aat Surya Safaat mengapresiasi usaha Dubes RI untuk Ukraina Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi.

Dubes Yudi, katanya, dinilai telah berhasil meningkatkan hubungan dan kerjasama RI dengan Ukraina, Armenia dan Georgia serta meningkatkan citra Indonesia di kawasan Eropa Timur.

Ia mengatakan, "Second track diplomacy" atau diplomasi jalur kedua terutama melalui diplomasi budaya yang merupakan bagian penting dalam hubungan "P to P" atau (People to People) perlu ditingkatkan dalam upaya meningkatkan saling pengertian dan mendekatkan hubungan antara rakyat Indonesia dan rakyat Ukraina.

"Sebagai kegiatan diplomasi yang melibatkan para aktor non pemerintah yang biasa dikenal dengan hubungan “B to B” (Business to Business) dan “P to P” (People to People)," imbuhnya.

Kedepannya, Ia menambahkan, hubungan antar pengusaha atau hubungan bisnis dan ekonomi serta hubungan antar rakyat kedua negara perlu ditingkatkan.

"Dalam kaitan ini pula wartawan atau jurnalis di kedua negara bisa mengambil peran yang sangat signifikan dalam kerangka 'Second track diplomacy'," pungkas Pemimpin Redaksi Kantor Berita ANTARA tahun 2016 itu.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini