Begini Cara Cimahi Mewaspadai Endemi DBD Di tengah Pandemi Covid-19

Minggu, 24 Oktober 2021 18:39 Redaksi Daerah

Begini Cara Cimahi Mewaspadai Endemi DBD Di tengah Pandemi Covid-19

 

Koropak.co.id - Angka penyebaran Covid-19 semakin melandai. Tapi tetap, siapa pun jangan pernah lalai. Protokol Kesehatan harus tetap dijaga.

Di tengah pandemi Covid-19, kondisi akhir-akhir ini kita menghadapi ancaman Demam Berdarah Dangue (DBD). Intensitas hujan yang tinggi membuat penyebaran nyamuk Aedes aegypti meningkat.

Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kesehatan telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi DBD. Meski demikian, Dinkes tetap meminta warga mewaspadai DBD di tengah pandemi Covid-19 ini.

Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Romi Abdurahkman, melalui staffnya Eka Febriana mengatakan, pihaknya serius mengantisipasi DBD.

"Kasusnya memang tidak tinggi, tapi memang fatality rate-nya naik. Sudah 4 pasien yang meninggal," kata Eka belum lama ini, sebagaimana dihimpun Koropak, Ahad 24 Oktober 2021.

 

Baca : Waspada Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Musim Hujan

 

Eka berkata, untuk mengantisipasi penyebaran kasus DBD di Cimahi, petugas Dinkes telah melakukan fogging untuk memberantas nyamuk penyebar virus dangue yakni Aedes Aegypti.

Di Cimahi, kata dia, jumlah penderita DBD masih di temukan dalam beberapa tahun terakhir. Termasuk di tahun 2020, ada empat pasien meninggal karena DBD.

Dikatakan Eka, secara tidak langsung Covid-19 bisa jadi tambahan penyebab DBD. Pasalnya, virus tersebut membuat orang tua ragu membawa anaknya ke fasilitas kesehatan. Mereka takut anaknya terkena COVID-19.

"Orang tua ragu membawa anaknya karena takut Covid. jadi dibawa ke rumah sakit setelah gejalanya memburuk, padahal ternyata DBD. Ada juga yang punya penyakit penyerta," kata Eka.

Eka menjelaskan, di tengah pandemi Covid-19 ini, bukan cuma virus korona yang harus diwaspadai. Masyarakat tetap diminta waspada terhadap DBD.

"Jadi memang Cimahi ini setiap tahunnya selalu ada kasus DBD, jadi kita endemis," ujarnya.

Untuk mengatisipasi penyebaran DBD, masyarakat tetap harus menjalankan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik. Mereka bertugas untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumahnya masing-masing.

Jentik nyamuk biasanya berkembangbiak dalam genangan-genangan air. Menurutnya, jika masyarakat menjalankan PSN di rumahnya masing-masing, seperti tidak membiarkan adanya genangan air, kasus DBD pun bisa dicegah.

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini


Berita Terkait