Gilang Mahasiswa yang Tewas Saat Diksar Menwa UNS; Sepatu PDL Baru dari Ayah

Selasa, 26 Oktober 2021 09:34 Eris Kuswara Nasional

Gilang Mahasiswa yang Tewas Saat Diksar Menwa UNS; Sepatu PDL Baru dari Ayah

 

Koropak.co.id - Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Gilang Endi Saputra (21) meninggal dunia saat mengikuti pendidikan dasar (Diksar) Resimen Mahasiswa (Menwa) beberapa waktu lalu.

Ayah Gilang, Sunardi mengenang momen saat putranya memilih untuk mengikuti Menwa hingga mendiang bersiap menjalani Diksar. Kenangan itu terungkap dengan suasana sendu, selepas sang anak dimakamkan.

Baginya, keikutsertaan Gilang dalam Menwa adalah perkara unik. Sebelumnya, sang anak memang menawarkan diri untuk menjadi penegak hukum ataupun prajurit seperti dirinya.

Sunardi yang merupakan pensiunan TNI tersebut juga menceritakan bahwa selepas kuliah, Gilang sempat pulang ke rumahnya yang berada di Desa Dayu Kecamatan Karangpandan Karanganyar.

Saat itu, Gilang mempersiapkan segala macam peralatan yang diperlukan untuk mengikuti Diksar Menwa. "Pamitnya itu, Jumat (22/10/2021)," kata Sunardi di Karanganyar sebagaimana dihimpun Koropak, Selasa 26 Oktober 2021.

"Dulu anak itu disuruh jadi tentara nggak mau dan polisi juga nggak mau, tapi setelah sudah kuliah dia malah ikut menwa. Dia terlihat semangat sekali, bahkan kemarin berangkat itu juga semangat sekali," katanya.

Sunardi mengaku ikut sibuk membantu persiapan segala perlengkapan putranya yang hendak mengikuti Diksar Menwa tersebut. Bahkan dia pun sempat memberikan sepatu PDL baru miliknya untuk Gilang.

"Kontak terakhir itu Jumat malam dan malam-malam saya juga nyariin perlengkapan karena dadakan kan," katanya.

Sunardi bercerita momen persiapan keberangkatan Diksar Menwa. Anaknya bilang mengenai perlengkapan yang belum ada, diantaranya sepatu PDL.

"Pak sepatunya yang PDL," katanya menerukan Gilang. "Kebetulan saya masih punya cadangan ada di dus masih baru. Jadi saya cuci dan tak beliin semir, saya semir dulu karena saking semangatnya," kenang Sunardi.

Dia sendiri mengaku tidak mengetahui kondisi Gilang setelah berangkat mengikuti Diksar menwa itu. Barulah pada Senin 25 Oktober 2021, waktunya dini hari, dua orang perwakilan mahasiswa mendatangi rumahnya dan mengabarkan berita buruk.

"Informasi awal itu katanya anak saya kesurupan, tapi kok kondisinya malah jadi seperti itu," ucapnya.

 

Baca : Tragedi Siswa MTs Harapan Baru Ciamis; Inilah Nama-Nama Korban Meninggal

Ia menyebut proses hukum terkait meninggalnya Gilang hingga saat ini masih terus berlanjut. Tentunya dia ingin mendapatkan kepastian penyebab meninggal anaknya itu.

"Saya nggak menuduh ini kesalahan siapa. Tapi saya cuma ingin tahu, kan belum tentu penganiayaan hasil autopsinya, kita nggak bisa nuduh kan. Bagaimanapun hasilnya nanti saya akan terima dengan ikhlas," katanya.

Imbas tewasnya Gilang dari Diksar Menwa itu, rektorat UNS pada akhirnya menghentikan sementara kegiatan dan mengevaluasi seluruh rangkaian kegiatan tersebut.

"Sementara kita hentikan kegiatan terutama yang menyangkut kegiatan-kegiatan fisik di lapangan. Tidak hanya Menwa saja, Untuk sementara waktu ini kita hentikan semua kegiatannya," kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof Ahmad Yunus.

Ahmad memastikan kegiatan Diksar Menwa tersebut digelar atas sepengetahuan pihak kampus. Termasuk juga dengan kegiatan yang dilakukan di wilayah Jurug, yang berada di luar wilayah kampus UNS.

"Pelatihan yang diadakan oleh Menwa ini kita sudah memberikan izin kegiatan itu di kampus," imbuhnya.

Dikatakannnya, kegiatan di wilayah Jurug itu merupakan salah satu rangkaian yang ada di kampus. hal tersebut dikarenakan lokasinya tidak terlalu jauh, maka pihak kampus mengizinkan.

Tentang kematian Gilang dan proses hukum selanjutnya, pihaknya mengaku sudah memberikan pendampingan kepada keluarga hingga proses autopsi terkait kejadian ini. "Bahkan Pihak UNS juga akan menanggung seluruh biayanya," tuturnya.

Sementara itu, pihaknya juga hingga kini tengah menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab pasti dari kematian korban Gilang. Selain itu, UNS juga turut menyerahkan seluruh proses kepada aparat kepolisian.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait