Bupati Ciamis Serahkan SK Hindia Belanda Tahun 1919 untuk Panjalu

Selasa, 02 November 2021 09:50 Redaksi Daerah

Bupati Ciamis Serahkan SK Hindia Belanda Tahun 1919 untuk Panjalu

 

Koropak.co.id - Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyerahkan Surat Keputusan (SK) Hindia Belanda tentang Cagar Alam Nusa Gede Situ Lengkong Panjalu tahun 1919 kepada Ketua Yayasan Borosngora Rd. Pandu Ghalib Prasasti Cakradinata, di sekitar Situ Lengkong Panjalu, Senin 1 November 2021.

Acara yang dihadiri oleh Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra, Para Kepala SKPD terkait, Camat Panjalu, kepala desa, tokoh budaya, tokoh agama dan masyarakat ini merupakan rangkaian dari kegiatan Upacara Nyangku.

Dikutip dari laman ciamiskab.go.id, Nyangku ini merupakan tradisi tahunan yang digelar pada bulan Robiul Awal atau Maulud ini juga sekaligus sebagai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Upacara Nyangku merupakan rangkaian prosesi adat penyucian benda-benda pusaka peninggalan Prabu Sanghyang Borosngora yang dipercaya sebagai penyebar agama Islam pertama di wilayah Panjalu Ciamis.

Upacara ini dimulai dengan mengeluarkan benda-benda pusaka di Bumi Alit, kemudian pusaka tersebut dibungkus kain. Selanjutnya rombongan para pembawa benda pusaka ini berjalan beriringan menuju Nusa Gede, yakni sebuah pulau kecil yang mengambang di tengah Situ Panjalu untuk melakukan ziarah ke makam leluhur Panjalu di pulau tersebut.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan, tradisi adat Nyangku merupakan salah satu budaya warisan para leluhur yang harus dirawat dan dilestarikan.

 

Baca : Bupati Ciamis Sebut Gong Perdamaian Dunia Simbol Persaudaraan

“Mari kita secara bersama-sama pemerintah dan masyarakat untuk memelihara, merawat dan melestarikan budaya warisan leluhur kita," ajak Bupati Herdiat.

Ia mengatakan, pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan RI belum lama ini telah menetapkan dua kebudayaan Ciamis sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yaitu Upacara adat Merlawu dan upacara adat Nyuguh.

"Alhamdulillah, sebulan yang lalu pemerintah pusat telah menambahkan dua kebudayaan asli Ciamis sebagai agenda nasional dan menetapkannya sebagai Warisan Budaya Tak Benda yaitu Upacara adat Merlawu dan upacara adat Nyuguh," katanya.

Dijelaskan Bupati, saat ini total terdapat tujuh kebudayaan Ciamis yang diakui oleh pemerintah pusat yaitu Ronggeng gunung, Bebegig, Nyangku, Ngikis, Misalin, Merlawu dan Nyuguh.

"Dengan merawat dan memelihara tradisi budaya yang ada, hal itu menandakan kecintaan kita terhadap leluhur yang telah mewariskan budayanya kepada kita semua," kata Bupati.

Di tempat sama, Ketua Yayasan Boros Ngora Rd. Pandu Ghalib Prasasti Cakradinata mengatakan, rangkaian kegiatan Nyangku dan Maulid tahun ini diselenggarakan secara sederhana mengingat situasi dan kondisi masih dalam keadaan pandemi Covid-19.

"Nyangku sebagai produk budaya warisan leluhur Panjalu perlu dilestarikan dalam rangka mupusti bukan migusti, sehingga prilaku yang menuju kepada syirik itu harus dihindari," imbuhnya.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait