Kemendag Jamin Pasokan Tiga Komoditas Pokok Tak Terganggu Jelang Nataru

Senin, 15 November 2021 17:55 Eris Kuswara Nasional

Kemendag Jamin Pasokan Tiga Komoditas Pokok Tak Terganggu Jelang Nataru

 

Koropak.co.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI menjamin pasokan tiga komoditas pokok meliputi minyak goreng, cabai merah dan kedelai, tidak terganggu menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Menteri Perdagangan RI, M Lutfi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan 34 kepala dinas perindustrian dan perdagangan untuk memastikan stok kebutuhan barang pokok menjelang Natal dan Tahun Baru.

"Kami memastikan stok dan harganya itu terjangkau," kata Lutfi selepas Rapat Koordinasi Nasional Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok di Bandung, Jawa Barat, Senin 15 November 2021.

Lutfi pun menjelaskan, sejumlah harga bahan pokok terpengaruh oleh kondisi iklim seperti cabai. Musim penghujan yang terjadi saat ini membuat harga cabai di pasaran mengalami kenaikan sebesar 15 persen. Berdasarkan laporan yang diterimanya, ketersediaan pasokan cabai aman hingga 1,5 bulan untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru 2022.

Selain itu, lanjut Lutfi, komoditas seperti minyak goreng dan kedelai dipengaruhi kondisi global. Dengan demikian, kenaikan minyak goreng yang saat ini terjadi merupakan hal yang wajar di tengah kenaikan harga minyak mentah sawit atau crude palm oil (CPO) dunia.

"Minyak goreng sekarang ini sudah mencapai level Rp16 ribu sampai Rp17 ribu untuk kemasan sederhana, karena harga CPO," ujarnya.

 

Baca : Harga Cabai Domba di Kota Tasikmalaya Melambung Tinggi

Selain minyak goreng, Mendag juga turut menyebutkan komoditas lain yang mengalami kenaikan adalah telur ayam ras. Komoditas yang sebelumnya mengalami penurunan, kini harganya kembali naik. Meskipun demikian, kenaikannya masih wajar karena mengingat ongkos dari peternak telur mencapai Rp19 ribu hingga Rp21 ribu.

"Harganya msih wajar, jadi kita mesti memakluminya bahwa kita harus hidup berdampingan dan kita harus memproteksi petani telur ini," katanya.

Sementara itu, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag RI, Oka Nurwan mengungkapkan, kenaikan harga minyak goreng paling tinggi ada di komoditas minyak curah, dibandingkan dengan minyak goreng kemasan yang bisa tahan satu tahun.

"Karena umurnya sangat pendek, hal itu tergantung dengan CPO internasional, jadi harganya tergantung," ujarnya.

Menurutnya, operasi pasar dengan distribusi 11 juta liter minyak goreng dengan harga Rp14 ribu tersebut akan diiringi oleh edukasi pada publik bahwa kenaikan CPO internasional berpengaruh pada harga minyak curah.

Tercatat, kebutuhan minyak goreng di Indonesia per bulan mencapai 410.000 ton yang diserap untuk minyak goreng kemasan, curah rumah tangga dan industri.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait