Sepak Terjang Letjen TNI Dudung Abdurachman yang Dilantik Menjadi KSAD

Rabu, 17 November 2021 09:33 Eris Kuswara Nasional

Sepak Terjang Letjen TNI Dudung Abdurachman yang Dilantik Menjadi KSAD

 

Koropak.co.id - Presiden RI, Ir H Joko Widodo akan melantik Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang diangkat menjadi Panglima TNI, Rabu 17 November 2021 siang.

Dudung belum lama dimutasi menjadi Pangkostrad pada Mei 2021 lalu. Selain itu, dia juga baru saja mendapatkan bintang tiga atau pangkat Letjen. Karirnya melesat semenjak dirinya menjadi Pangdam Jaya.

Namanya juga mulai dikenal publik saat perseteruannya dengan Organisasi Front Pembela Islam (FPI).

Berikut ini, sepak terjang dan perjalanan karir Letjen Dudung sebelum dilantik sebagai KSAD:

1. Perintah Turunkan Baliho FPI

Sekitar November 2020, Dudung yang menjabat sebagai Pangdam Jaya memerintahkan anak buahnya untuk mencopot baliho pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Jakarta.

Baliho itu awalnya dipasang untuk menyambut kedatangan pentolan FPI dan menjamur di sejumlah titik di Ibu Kota.

Baliho yang tak berizin itu juga sempat diturunkan oleh Satpol PP. Namun, malah dinaikan kembali oleh simpatisan Habib Rizieq.

Polemik ini ditanggapi Dudung. TNI harus turun tangan dan membantu menurunkan baliho Habib Rizieq di Ibu Kota.

2. Ancam Bubarkan FPI

Aksi Dudung tak hanya berhenti di penurunan baliho pendiri FPI saja. Ia pernah mengeluarkan pernyataan dengan mengancam akan membubarkan FPI jika mengganggu keamanan negara.

Bahkan Dudung juga mengaku tidak akan segan bertindak jika FPI tidak taat aturan dan semaunya sendiri. Namun belakangan ini, Dudung meralat pernyataannya dan mengatakan bahwa TNI tidak mempunyai kewenangan untuk membubarkan FPI.

 

Baca : KSAD Serahkan Ratusan Unit Kendaraan Dinas Baru untuk Satuan TNI AD

3. Menyatakan Semua Agama Benar

Saat menjabat sebagai Pangkostrad, Dudung juga sempat membuat pernyataan yang menuai pro dan kontra.

Saat itu Dudung berpesan kepada prajurit angkatan darat untuk menghindari fanatisme dalam beragama dengan mengatakan bahwa semua agama adalah benar di mata tuhan.

Imbasnya, pernyataan itu pun mendapatkan respon yang beragam dari publik. Salah satunya dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis yang menegaskan bahwa toleransi bukan berarti menyamakan semua agama.

4. Membangun Patung Bung Karno

Ketika menjabat sebagai Gubernur Akmil, Dudung juga turut berperan dalam mendirikan patung Proklamator RI, Ir Soekarno di Akademi Magelang.

Putri proklamator yang juga merupakan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri hingga cucu Bung Karno dan politikus PDIP Puan Maharani hingga Jenderal Andika yang ketika itu menjabat sebagai Kasad turut hadir dalam peresmian itu.

5. Perjalanan Karir Dudung

Pria kelahiran Bandung, 19 November 1965 tersebut diketahui memulai karir militernya sejak mendaftar Akabri Darat yang memerlukan pendidikan hingga tahun 1988.
Melalui pendidikan tersebut, ia berhasil menerima pangkat Letnan Dua.

Karirnya gemilang. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Dandim 0406/Musi Rawas, Dandim 0418/Palembang, Aspers Kasdam VII/Wirabuana (2010—2011), Danrindam II/Sriwijaya (2011),Dandenma Mabes TNI, Wagub Akmil (2015—2016).

Kemudian, Staf Khusus Kasad (2016—2017), Waaster Kasad (2017—2018), Gubernur Akmil (2018—2020) hingga Pangdam Jaya sejak Juli 2020.

Pada Mei 2021, Dudung diangkat sebagai Pangkostrad dan hingga hari ini dia dilantik menjadi orang nomor satu di lingkungan TNI Angkatan Darat.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait