Aksi Bersih-Bersihnya Diprotes Mahasiswa, Begini Respon Dedi Mulyadi

Kamis, 18 November 2021 08:45 Eris Kuswara Nasional

Aksi Bersih-Bersihnya Diprotes Mahasiswa, Begini Respon Dedi Mulyadi

 

Koropak.co.id - Tengah ramai beredar, sebuah video viral di media sosial khususnya TikTok yang memperlihatkan aksi seorang mahasiswa yang memprotes kegiatan bersih-bersih yang dilakukan oleh anggota DPR RI Dedi Mulyadi di Pasar Rebo Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

“Akang (Dedi Mulyadi) di sini sebagai apa? Apa dasar hukumnya?” tanya Yudha Dawami, seorang mahasiswa STAI Muttaqien Purwakarta kepada Dedi Mulyadi sebagaimana dihimpun Koropak, Kamis 18 November 2021.

Diketahui, mahasiswa itu secara tiba-tiba melakukan protes saat Dedi Mulyadi melakukan aksi bersih-bersih di Pasar Rebo Purwakarta.

Selain memprotes, sang mahasiswa itu juga turut mempertanyakan kapasitas Dedi membersihkan sampah di tempat tersebut.

Kejadian itu sendiri bermula pada saat Dedi Mulyadi membersihkan sampah bersama Ikatan Warga Pasar (Iwapa) Pasar Rebo Purwakarta.

Selain itu, untuk membersihkan sampah yang berserakan dan membantu aparat tertibkan lapak pedagang, Dedi pun berinisiatif dengan mengajak para pengemudi ojek untuk membantunya.

“Ini ojek ada berapa orang? Sok bantuin saya bersihkan pasar, nanti dibayar Rp150 ribu per orang," kata Dedi.

Namun saat melakukan aksi memunguti sampah, secara tiba-tiba Dedi dihampiri seorang pemuda yang mengaku sebagai mahasiswa STAI Muttaqien dan mempertanyakan kapasitas Dedi sebagai apa sehingga dia membersihkan sampah di lokasi tersebut.

 

Baca : Kang Dedi Mulyadi dan Aktivitasnya di Media Sosial

“Saya di sini sebagai warga yang ingin Purwakarta bersih. Kalau membersihkan lingkungan harus ada dasar hukum?” kata Dedi menjawab.

Meskipun begitu, Yudha tetap melakukan protes dan menilai jika Dedi tak memiliki kewenangan untuk membersihkan sampah dikarenakan bukan pelaksana teknis.

Tak bergeming. Kang Dedi beralasan bahwa dirinya membersihkan sampah di pasar itu karena menyebutkan jika dirinya adalah warga Purwakarta yang mencintai kebersihan.

Mahasiswa itu pun tetap tidak terima dan terus memprotes jawaban Dedi. Bahkan dia juga merasa apa yang diungkapkannya itu mewakili protes warga.

Mendengar hal itu, Dedi pun langsung menanyakan masyarakat mana yang diwakili oleh Yudha. Namun Yudha tak menjawab dan terus menanyakan kewenangan dan juga kompetensi Dedi dalam membersihkan sampah di pasar.

“Membersihkan ini (sampah) tidak perlu kewenangan atau kompetensi,” ujar Kang Dedi.

Dedi selanjutnya menyambut bahwa siapa pun orang berhak untuk melakukan protes atau kritik. Namun hal tersebut harus disertai contoh.

“Kritik itu harus dengan contoh. Karena publik saat ini menyukai hal yang praktis," katanya.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait