Rumah di Indihiang Ambruk Menimpa Rumah dan Mobil Tetangga

Minggu, 21 November 2021 18:34 Redaksi Daerah

Rumah di Indihiang Ambruk Menimpa Rumah dan Mobil Tetangga

 

Koropak.co.id - Sebuah rumah dua lantai, di Kampung Gunung Geulis RT 01 /01 Kelurahan Indihiang Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya, ambruk dan menimpa bangunan sekitarnya, Ahad 21 November 2021.

Ambruknya bangunan ini juga menimpa satu unit mobil Honda Brio D 1736 VBX hingga mengalami kerusakan parah. Atap dan kaca mobil pecah.

Kejadian di pagi itu mengagetkan warga setempat. Pasalnya, saat itu tidak ada hujan, cuaca cerah dan tidak ada angin.

Menurut penghuni rumah, Agus Suryana, 55 tahun, rumah yang ditempatinya itu memang sudah rusak. Berkali-kali dia mengajukan renovasi kepada pemilik rumah.

"Rumah ini punya Asep Suryadi, tinggal di Sidoarjo. Saya hanya menempati saja," katanya, ditemui Koropak, Ahad 21 November 2021.

Ia menjelaskan, ambruknya rumah tersebut sudah diprediksi. Karena dia tinggal di rumah yang tidak layak huni dan berencana untuk pindah ke rumah kontrakan.

Ia mengungkapkan, pemilik rumah sejak awal tidak bertanggung jawab. Pasalnya, berkali-kali mengusulkan untuk renovasi tidak ditanggapi.

Kata dia, pemilik beralasan yang menempati rumah yang harus bertanggung jawab. Namun dia mengaku terlalu berat jika harus renovasi.

"Jadi akhirnya yang punya lepas tangan.Ngadangdosan mah teu mampu," imbuh Agus.

Ia mengaku pernah beberapa kali menyampaikan kondisi rumah yang berbahaya bagi penghuni dan tetangga. Namun pemilik keukeuh, menunggu dijual saja dengan harga yang pantas.

 

 

Baca : Kapolsek Cibeureum Sambangi Rumah Warga yang Ambruk Akibat Longsor

 

Kini, rumah tersebut ambruk dan menimpa rumah dan mobil tetangga. Sejumlah material bangunan merusak beberapa rumah lainnya.

"Kejadian ini sudah disampaikan ke yang punya. Sudah di fotokan juga. Tapi tidak ada tanggapan," katanya.

Kendati bukan kategori bencana alam, namun ambruknya rumah ini mendapatkan respon dari Siaga Bencana Persis, BPBD, Damkar dan Karangtaruna. Mereka membantu proses evakuasi dan berbagai material bangunan.

Para petugas dan masyarakat membantu membersihkan material bangunan, di rumah milik Hj. Sulaeha, 80 tahun. Rumah tersebut menjadi korban terdampak dari ambruknya rumah yang ditempati Agus.

Meski tidak ada korban jiwa dan luka-luka, namun kejadian tersebut membuat Hj.Sulaeha panik sekeluarga. Selain rumah, mobil yang dalam kondisi mulus menjadi rusak tak berbentuk.

Salah seorang warga setempat, Deden, 35 tahun, menyebutkan bahwa bangunan itu seharusnya di perhatikan oleh pemiliknya. Dengan dibiarkan tidak terurus, bisa membahayakan bagi warga lainnya.

"Pemiliknya lalai. Ini rumah dua lantai, tapi tidak memakai pondasi. Tidak ada coran. Tidak memakai semen juga. Jika tidak di renovasi, ya dirobohkan saja karena membahayakan," terangnya.

Sementara itu, Koordinator Siaga Bencana Persis Kecamatan Indihiang, Taufik Hilmi mengatakan, pihaknya menurunkan tim sebanyak 10 orang.

"Dibantu BPBD, Damkar, Karang Taruna dan masyarakat setempat. Kami membersihkan material bangunan dan mengevakuasi yang terdampak," katanya, di lokasi kejadian.

Ia membenarkan bahwa kejadian ini tidak ada kaitannya dengan bencana. Rumah yang ambruk, kata dia, terjadi karena material bangunan sudah lapuk.

"Kata yang menempati rumah ini memang sudah seharusnya di renovasi. Kita membantu yang terdampak dulu, kerugian belum dihitung," sebutnya.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait