Bambang Aryana dan Hj Momoh Patimah Raih Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya 2021

Senin, 22 November 2021 17:22 Eris Kuswara Daerah

Bambang Aryana dan Hj Momoh Patimah Raih Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya 2021

 

Koropak.co.id - Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) memberikan Anugerah Budaya kepada dua pegiat seni dan budaya senior, Hj.Momoh Patimah (sinden/juru kawih) dan Bambang Aryana Sambas (teaterawan/dramawan).

Anugerah budaya diberikan secara simbolis oleh Wali Kota Tasikmalaya H.Muhammad Yusuf, dalam kegiatan Malam Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya Tahun 2021, di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya (GKKT), Sabtu 20 November 2021 malam.

Penghargaan tersebut diberikan kepada dua tokoh tersebut karena dipandang telah berjasa dan tetap konsisten dalam menghidupkan iklim kreativitas pada bidang seni dan budaya khususnya di Kota Tasikmalaya.

Penetapan penerima Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya ini tidak instan. Ada tim penilai yang dibentuk Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya melalui Surat Keputusan (SK) Kadisporabudpar Kota Tasikmalaya tentang Pembentukan Tim Penilai Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya Tahun 2021.

Ketua DKKT Bode Riswandi menjelaskan, kriteria penerima anugerah budaya tersebut dilakukan sekitar empat bulan dan tim penilai sudah menggodok siapa yang berhak untuk mendapat anugerah tersebut.

”Mereka diobservasi, diinvestigasi dan didata tentang kiprah keterlibatannya serta kekaryaannya di seni budaya Kota Tasikmalaya. Kemudian juga gimana kiprahnya ke generasi, bagaimana jejak karyanya dari masa awal sampai masa kini. Ada tidaknya karya fenomenal serta ada tidak generasinya hingga kini. Itulah yang menjadi beberapa kriterianya,” jelasnya.

Sementara Wali Kota Tasikmalaya H.Muhammad Yusuf mengatakan, anugerah budaya ini adalah untuk memberikan apresiasi kepada para budayawan dan seniman yang mempunyai prestasi sejak zaman dulu, serta tidak tercatat dalam sejarah.

"Ceu Momoh Patimah, beliau bukan orang lain dan beliau adalah keluarga besar saya. Karena dulu mereka juga tinggal di tempat ayah saya. Di sana beliau jadi pesinden, kemudian juga adiknya Ceu Enay jadi pegawai bank pensiunan militer (Bapemin) atau sekarang BTPN,” ungkap Yusuf, dalam sambutannya.

 

Baca : Ketika Semua Musisi Tasikmalaya Bersinergi dan Sepanggung

Yusuf bercerita, rumah ayahnya kala itu berada di Tawangsari. Dan Hj.Momoh, kata dia, bersama dengan gamelannya Wirahmahsari itu sering bersama dengan ayahnya melakukan pertunjukan seni dalam setiap kegiatan kunjungannya.

"Ayah saya ini merupakan pensiunan TNI yang senang terhadap seni. Jadi beliau juga dalang," ujarnya.

 

 

Ayahnya Yusuf punya gamelan, namanya Wirahmahsari. Nah waktu itu salah seorang sindennya adalah Hj.Momoh Patimah.

"Ceu Momoh, Ceu Titing lalu ada sinden lagi dari Cisaga Banjar, termasuk Titin Fatimah dan ada satu lagi sinden senior juga,” kenangnya.

 

Baca : Di Tasikmalaya Ada Kolaborasi Budaya Korea-Sunda

Sebelumnya, DKKT menggelar konferensi pers terkait pemberian Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya 2021 ke-6 di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya, pada Kamis 17 November 2021 lalu.

Dalam kegiatan itu, DKKT menyampaikan bahwa tim penilai bekerja dengan dasar kriteria yang dibentuk dan disepakati bersama, meliputi kiprah seniman, budayawan, dan kelompok dengan kategori memberikan kontribusi yang riil bagi khazanah dan perkembangan seni budaya di Kota Tasikmalaya.

Selain itu, mereka bisa melahirkan karya yang berpengaruh dan menjadi rujukan. Membawa nama Kota Tasikmalaya ke kancah dan pergaulan budaya ke wilayah yang lebih luas hingga memiliki dedikasi dan konsistensi dalam menapaki bidang seni budaya yang digelutinya dan lainnya.

"Ini merupakan salah satu cara dalam mengatasi problem kultural tersebut. Tentunya mesti dimulai dengan penyelenggaraan event budaya secara periodik yang di dalamnya juga terdapat seminar dan workshop," kata Wakil Ketua DKKT, Hendra J Rustandi.*


Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait