Sejarah Celana Dalam, Berawal dari Cawat Hingga Boxer dan Bikini

Kamis, 02 Desember 2021 16:26 Aisya Kartika Nasional

Sejarah Celana Dalam, Berawal dari Cawat Hingga Boxer dan Bikini

 

Koropak.co.id - Kehadiran pakaian dalam jadi kebutuhan semua orang. Pria, wanita, tua, muda, dewasa, remaja dan anak-anak menggunakan pakaian dalam. Ada yang berbentuk kaus dalam atau singlet, juga celana dalam atau yang kerap disebut dengan CD oleh orang-orang saat ini.

Jauh sebelum dikenal dengan sebutan CD, orang-orang jaman dulu punya sebutan lain untuk penutup alat vital ini. Pun dengan proses bentuknya yang tentunya tidak seperti yang dikenal seperti sekarang.

Zaenuddin M.H. dalam bukunya "Asal Usul Benda-benda di Sekitar Kita Tempo Doeloe" (2015), mengungkapkan detail tentang sejarah perkembangan celana dalam dari masa ke masa.

Dalam Zaenuddin, ternyata perjalanan pakaian dalam yang kita kenal sebagai CD ini cukup panjang. Konon bermula dari cawat, yang bisa dikatakan sebagai pakaian dalam pertama manusia dengan tiga bentuk utama yang tercipta pada 6.000 tahun silam.

Kendati punya tiga bentuk, namun cawat yang paling pertama dengan bentuk yang sederhana di zaman itu yang sering digunakan berupa strip panjang dari bahan cawat.

"Bentuknya melewati kedua belahan kaki yang kemudian diikat pada sekitaran pinggang," tulis Zaenuddin.

Uniknya, jika musim panas tiba dan cuaca sedang hangat bersahabat, cawat tidak cocok digunakan sebagai pakaian dalam karena dinilai tidak efektif. Sehingga orang-orang zaman dulu hanya menggunakan cawat sebagai pakaian biasa.

Nah, ketika musim dingin tiba, cawat beralih fungsi menjadi pakaian dalam. Karena orang-orang akan menutupi cawat tersebut dengan lapisan pakaian yang lainnya. Sejak saat itu, cawat dapat disebut sebagai pakaian dalam.

Lanjut ke masa berikutnya yang dikenal sebagai abad pertengahan yakni sekitaran abad ke 5 hingga ke 15 Masehi, celana dalam pria di barat mulai berevolusi menjadi lebih longgar dan cawat pun telah tergantikan.

Cawat berganti menjadi Braise. Baraise adalah bahan yang mirip dengan celana dan juga lebih longgar ketimbang cawat. Cara pemakaiannya tak beda jauh hanya saja lebih praktis.

 

Baca : Awalnya Tidak Bernama, Begini Asal Usul Ritsleting

Jika menggunakan braise, orang-orang cukup memasukan kedua kaki kedalam lingkaran kain yang kemudian dapat diikat di pinggang. Berbeda dengan cawat, braise terasa ketat di bagian pertengahan betis.

Ada sisi unik dari braise, yaitu terdapat flap. Flap ini merupakan bagian pada braise yang dapat dikancingkan atau ditutu erat pada bagian depan yang dapat memungkinkan pria membuang air kecil secara langsung tanpa menurunkan braise dari pinggang. Hingga saat ini banyak model CD yang dilengkapi dengan desain flap seperti ini.

Ketika mesin pintal ditemukan dan kemudian muncul kapas pada pertengahan abad ke 18 berdampak pada produksi katun yang semakin mudah. Barulah ada kemungkingkinan parbrik- pabrik dapat memproduksi massal pakaian dalam, dan celana dalam alias CD bisa orang beli di toko tanpa harus memproduksi sendiri dirumah.

Menginjak tahun 1911 produksi pakaian dalam akhirnya berkembang pesat. Bahkan poster iklan mengenai pakaian dalam pertama kali rilis di Amerika Serika dalam koran Saturday Evening Post.

Berbeda dengan saat ini dimana celana dalam hadir dengan beragam motif, warna, dan bentuk. Dulu, produksi pakaian dalam lebih memprioritaskan kenyamanan sebagai poin penting produksinya.

Berlanjut di tahun 1930-an celana dalam pria menjadi suatu penemuan yang terus berkembang. Aneka bentuk dan kenyamanan bagi penggunanya terus berkembang.

Hingga pada 19 Januari 1935 sebuah perusahaan yang bernama Coopers, mencetuskan produksi celana dalam berbentuk segitiga pertama di Chicago. Hingga akhirnya perusahaan lain juga ikut menyesuaikan dengan majunya zaman.

Perusahaan lain juga memproduksi boxer atau celana pendek dengan buton dan ikat pinggang elastis. Konsep CD ini merupakan pakaian dalam pria dan terinspirasi dari boxer yang digunakan oleh petinju kelas dunia.

Bagaimana dengan CD wanita? Tentu saja celana dalam wanita lebih bervariasi ketimbang pria. Berbagai macam bentuk, motif dan bahan celana dalam wanita sangat beragam.

CD pada wanita memiliki ragam bentuk dan nama. Di antaranya g-string, thong, tanga, boyshorts, bikini, hipster, control briefs, high cut briefs, dan classic briefs. Dari beragam nama itu, di beberapa negara menjadi bagian penting dari gaya hidup dan penampilan.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait