KIBS III Jadi Momentum Peningkatan Ketahanan Kebudayaan Nasionalis

Jum'at, 03 Desember 2021 12:23 Eris Kuswara Nasional

KIBS III Jadi Momentum Peningkatan Ketahanan Kebudayaan Nasionalis

 

Koropak.co.id - Konferensi Internasional Budaya Sunda (KIBS) III Tahun 2021 secara online, Rabu 1 Desember 2021 lalu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy menyatakan bahwa upaya memajukan kebudayaan itu sangat penting dilakukan di tengah berbagai tantangan abad ke-21.

Karena menurutnya, Pemerintah juga turut mendukung penuh dalam upaya meningkatkan ketahanan dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia.

"Di tengah disrupsi teknologi informatika yang belum menyasar pada kepentingan konsolidasi kebudayaan nasional serta pertukaran budaya yang timpang dalam tatanan global, menjadikan Indonesia hanya sebagai konsumen budaya dunia saja," kata Muhadjir.

Ia mengklaim, pemerintah sangat mendukung kegiatan untuk meningkatkan ketahanan dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia. Termasuk KIBS III yang diharapkan jadi momentum ketahanan kebangkitan kebudayaan.

Dalam kesempatan itu, Muhadjir juga menilai bahwa kegiatan seperti itu sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan sebagaimana dilansir Koropak dari kominfo.go.id, Jumat 3 Desember 2021.

"Konferensi ini dilakukan dalam rangka pengembangan, terutama dalam bidang pengkajian, penyebarluasan, dan pengayaan keberagaman. Hal itu sebagai upaya untuk menghidupkan ekosistem kebudayaan serta meningkatkan, memperkaya, dan menyebarluaskan kebudayaan," jelasnya.

Menurutnya, pemanfaatan budaya dapat dilakukan untuk membangun karakter bangsa, meningkatkan ketahanan budaya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk juga untuk meningkatkan peran aktif serta pengaruh Indonesia dalam hubungan internasional.

Meskipun begitu, upaya-upaya pemajuan kebudayaan seperti yang diusahakan oleh Yayasan Kebudayaan Rancage selaku penyelenggara KIBS itu juga harus dibarengi dengan semangat revolusi mental dari seluruh rakyat Indonesia, termasuk juga para insan budaya dan akademisi.

 

Baca : PKN 2021, Panduan Visi Kemajuan Bangsa Lewat Budaya

"Kita mengenal Urang Sunda seperti Ajib Rosidi, KH. Abdul Halim, KH. Noer Ali, KH. Zaenal Mustofa, dan Raden Dewi Sartika merupakan para pahlawan tauladan yang mengimplementasikan nilai-nilai revolusi mental, berbudaya dan bernegara secara arif serta bijaksana. Tentu akan sangat menyedihkan apabila anak cucu kita kelak tidak lagi mengenal mereka,” ungkap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI tersebut.

Sementara itu, diketahui KIBS III Tahun 2021 sendiri berlangsung sejak tanggal 1 sampai dengan 3 Desember 2021.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk melahirkan pencerahan, pemikiran dan jalan baru tentang bagaimana budaya Sunda bertahan dan berkembang dalam kebiasaan masyarakat digital saat ini.

Kegiatan bertema "Merambah Jalan Baru Kebudayaan Sunda" itu juga selaras dengan Peraturan Pemerintah Nomor 87 tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang proses pemajuan kebudayaan yang dilakukan melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, pembinaan dan penghargaan.

Selain itu, KIBS ke-III yang diselenggarakan pada masa pandemi Covid-19 ini juga diharapkan akan dapat menjadi momentum untuk memajukan kebudayaan-kebudayaan nasional dengan terus mengkaji, menelusuri dan merevitalisasi budaya Sunda agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

"Saya mengaminkan harapan dari pihak penyelenggara bahwa kegiatan ini dapat memberikan dampak yang positif pada keberlanjutan jangka panjang."

"Hal itu tentunya sejalan dengan rekomendasi UNESCO tentang promosi kebudayaan dan akses ke ruang siber yang diadopsi tahun 2003."

"Semoga upaya yang dilakukan bersama ini, akan membuahkan hasil yang bermanfaat bagi insan budaya Sunda dalam pemajuan dan pelestarian kebudayaan Nusantara," bener Muhadjir.

Acara KIBS ke-III tersebut dibagi menjadi tiga bagian yaitu Mapag KIBS ke-III untuk sosialisasi materi KIBS, penyelenggaraan KIBS untuk memaparkan berbagai materi dari para pemakalah dan Sabada KIBS untuk evaluasi serta implementasi keputusan KIBS.

Setidaknya, panitia KIBS ke-III juga mengundang sekitar 100 pemateri utama dari dalam dan luar negeri dengan latar belakang yang berbeda-beda seperti akademisi, dosen, seniman, sastrawan, para pegiat budaya Sunda termasuk juga wakil pemerintah. Masing-masing pemateri juga akan memaparkan hasil penelitian dari subtema yang telah ditetapkan oleh panitia.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini