Sejarah Baru, Yuk Sambut Revolusi Televisi Digital

Sabtu, 04 Desember 2021 16:38 Cepy RN Nasional

Sejarah Baru, Yuk Sambut Revolusi Televisi Digital

 

Koropak.co.id - Saat ini televisi sangat berkembang pesat, dari mulai jenis-jenis televisi sampai stasiun televisi yang menyiarkan beragam macam program acara. Jenis-jenis televisi terdiri dari mulai televisi analog, televisi digital, hingga televisi satelit.

Tapi apakah baraya Koropak sudah mengetahui perbedaan televisi analog, televisi digital, dan televisi satelit itu seperti apa?

Nah kalau belum tahu, mari kita mengulas sedikit tentang jenis-jenis televisi yang sudah digunakan dan dirasakan manfaatnya di Indonesia.

1. Televisi Analog

Dikutip koropak.co.id dari buku Ensiklopedia Mini Perkembangan Sejarah Penemuan Televisi karya Irfan Arifuddin, televisi analog mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan atau frekuensi dari sinyal. Seluruh sistem sebelum televisi digital dapat dimasukan ke analog.

Sinyal televisi analog sangat mirip dengan sinyal radio. Pada televisi analog, sinyal video dipancarkan dalam frekuensi AM, sedangkan audio ditransmisikan dalam frekuensi FM. Hal tersebut yang dapat mempengaruhi kualitas siaran jernih atau tidaknya kualitas gambar televisi. Dan tentu jangkauannya pun sangat terbatas.

Televisi analog menggunakan sistem NTSC (National Television system Committee) dan PAL (Phase Alternating Line) atau dalam bahasa Indonesia garis alternasi fase. NTSC adalah badan industri pembuat standar yang menciptakannya. Sistem ini diterapkan di Amerika Serikat dan beberapa ada di Asia Timur, seperti China/Tiongkok, Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, Taiwan, dan Mongolia.

Sementara Indonesia sendiri saat ini kebanyakan menggunakan sistem PAL (Phase Alternating Line) meskipun dibeberapa daerah ada juga yang sudah menggunakan NTSC. PAL merupakan sebuah encoding berwarna yang digunakan dalam sistem televisi broadcast di seluruh dunia.

PAL sendiri dikembangkan di Jerman oleh Walter Bruch yang bekerja di Telefunken, dan pertama kali diperkenalkan pada tahun 1967.

2. Televisi Digital

Pemerintah secara bertahap saat ini akan mengalihkan siaran televisi analog ke siaran televisi digital. Pemerintah pun akan menghentikan secara bertahap siaran analog diseluruh Indonesia dan bermigrasi menuju siaran televisi digital.

 

Baca: Melihat Sejarah Perkembangan Siaran Televisi Di Amerika dan Eropa

Televisi Digital beresolusi tinggi ini atau high definition television (HDTV) penonton akan dimanjakan dengan kualitas gambar yang jernih dengan kontur yang jelas, warna-warna yang matang, dan depth-of-field yang lebih luas dari televisi biasanya. HDTV sendiri memiliki jumlah pixel lebih banyak hingga 5 kali lipat dari TV analog PAL.

Televisi jenis ini menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyebarluaskan video, audio, dan sinyal data ke perangkat televisi. Biasanya televisi analog disiarkan dalam format 4:3 dalam kata lain bentuk framenya kotak, tapi untuk televisi digital ini disiarkan jauh lebih baik, yaitu dengan format 16:9 artinya sudut pandangnya lebar dan jaul lebih leluasa.

Selain itu, televisi digital ditambah dengan kualitas audio yang sudah menggunakan surround-sound 5.1 Dolby Digital, tentu ini akan menjadikan pengalaman menonton televisi yang lebih ril atau asli saat baraya Koropak bersama keluarga menonton sebuah tayangan.

3. Televisi Satelit

Diketahui, televisi satelit adalah televisi yang dipancarkan dengan cara yang mirip seperti komunikasi satelit, serta bisa disamakan dengan televisi lokal dan televisi kabel. Televisi satelit menghasilkan jangkauan saluran dan layanan lebih luas, siaran program acaranya pun beragam, dan stasiun televisinya bisa mampu menangkap sampai luar negeri. Televisi satelit ini tersedia secara gratis dan ada yang bisa menggunakan layanan berbayar.

Irfan Arifuddin dalam bukunya Ensiklopedia Mini Perkembangan Sejarah Penemuan Televisi, sinyal televisi satelit pertama disiarkan dari benua Eropa ke satelit Telstar di atas Amerika Utara pada tahun 1962.

Satelit komunikasi Geosynchronous pertama, Syncom 2 diluncurkan pada tahun 1963. Pada 6 April 1965, Intelsat_I atau disebut Early Bird Satelit komunikasi komersial pertama di dunia diluncurkan ke orbit untuk pertama kalinya.

Untuk menunjang pancaran televisi satelit saat itu, Orbita, satelit jaringan televisi nasional pertama dibuat di Uni Soviet pada tahun 1967. Lalu satelit domestik Amerika Utara pertama yang memuat siaran televisi adalah Geostasiun Anik 1 milik Kanada yang diluncurkan pada tahun 1872.

Itulah ulasan singkat televisi analog, televisi digital,dan televisi satelit yang saat ini sudah mulai berkembang dimasyarakat Indonesia. Sehingga masyarakat Indonesia sudah harus siap dengan kemajuan teknologi saat ini yang semakin pesat berkembang.

Sambut hari baru dengan menyiapkan diri untuk beralih ke zaman serba digitalisasi. Karena dengan beralihnya televisi analog ke televisi digital untuk menikmati pengalaman menonton yang lebih nyaman. Selamat tinggal televisi analog.*

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 


Berita Terkait